Selasa, 05 November 2019

Saham BTPN Syariah (BTPS) Melanjutkan Momentum?

Anak perusahaan Bank Tabungan Pensiun Nasional (BTPN) memiliki anak perusahaan yang bernama BTPN Syariah (BTPS). Sesuai namanya BTPN Syariah bergerak dalam perbankan syariah yang baru-baru ini menjadi lebih trending. BTPS sendiri baru IPO dan tercatat pada pasar saham IDX pada tanggal 8 Mei 2018 sehingga baru setahun BTPS melantai di bursa. Kendati demikian saham BTPS sudah naik dengan sangat pesat semenjak IPO. BTPS IPO pada harga 975 dan pada November 2019 harganya telah mencapai 3800-an yang artinya saham BTPS sudah naik sebesar 290% dalam kurang dari 2 tahun. Seringkali memang banyak saham yang mengalami kenaikan besar setelah IPO namun seringkali juga bahwa nilai kenaikan tersebut tidak dibarengi oleh kenaikan kualitas fundamentalnya. Akibatnya banyak saham IPO yang kemudian bergerak turun ke titik awalnya. Sedangkan uniknya pada BTPS adalah ceritanya tidak demikian, kenaikan saham BTPS mengikuti kenaikan nilai fundamentalnya yang terlihat cukup menjanjikan. Berikut ini adalah ulasan mengenai saham BTPS.
1. Pergerakan Momentum yang Kuat
Secara jangka menengah saham BTPS cenderung masih uptrend dan memiliki momentum yang kuat. Semenjak IPO saham BTPS terus mengalami kenaikan yang konsisten. Tidak ada penurunan yang sangat signifikan kecuali pada periode Juli hingga September 2019 yang menyebabkan harga saham BTPS turun sebesar lebih dari -19% dari harga 3600 menjadi 2900. Namun dilihat secara grafik tentu saja saham BTPS masih tetap uptrend dengan harga terakhir 3870 pada 4 November 2019. Bila dilihat dari grafik belum adanya pergerakan penurunan yang signifikan sehingga kemungkinan besar BTPS akan melanjutkan kenaikannya apalagi apabila ditambah dengan kenaikan nilai fundamentalnya.

2. Nilai Fundamental yang Meningkat Signifikan
Berbeda dengan kebanyakan perusahaan bank, BTPS memiliki kinerja pertumbuhan yang pesat. Bila perbankan BUMN bisa tumbuh dengan rentang 10-15% maka BTPS bisa tumbuh lebih dari 30%. Mungkin hal tersebut karena ukuran BTPS yang masih kecil dibandingkan dengan bank besar. Pendapatan BTPS di tahun 2018 sebesar Rp 3,5 trilyun, sangat kecil dibandingkan dengan BBRI yang mencapai Rp 139 trilyun pada periode yang sama. Pada Q3 2019 ini BTPS menghasilkan pendapatan syariah sebesar Rp 2,84 triliun dibandingkan Rp 2,24 triliun di tahun lalu, ini meningkat sebesar +26,8%. Dari sisi laba bersih BTPS menghasilkan Rp 976 milyar dibandingkan Rp 698 milyar pada tahun lalu, ini meningkat sebesar +39%. Dari sisi top line dan bottom line, kinerja BTPS sangat solid dan pesat jika dibandingkan dengan bank secara umum.

3. Valuasi Masih Dalam Kategori Wajar
Dilihat dari laporan keuangannya dan pergerakan harga sahamnya BTPS terlihat solid, namun bagaimana dengan valuasinya? Dilihat secara valuasi dasar maka BTPS memiliki valuasi yang cukup premium. BTPS memiliki nilai PER sebesar 31,2 dan PBV sebesar 6 jika dilihat pada harga 3900 dan kondisi keuangan di tahun 2018. Hal itu jauh lebih besar dibandingkan dengan saham perbankan pada umumnya yang memiliki rentang PER antara 10-20 dan PBV antara 1-3. Namun valuasi yang besar tersebut menunjukkan bahwa saham BTPS memang lebih baik dibandingkan dengan saham perbankan biasa karena terlihat dari potensi pertumbuhannya yang besar. Oleh karena itu diharga saat inipun BTPS masih tergolong wajar meskipun nilai risikonya berbanding lurus terhadap pergerakan harga sahamnya.

Kesimpulan:
Kenaikan harga saham BTPS tidak semata karena sentimen pasar saja melainkan karena memang kinerja yang baik. Saham BTPS merupakan salah satu saham perbankan terbaik saat ini dilihat dari potensinya dan pergerakan harga sahamnya masih belum menunjukkan tanda untuk berhenti. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar