Minggu, 26 Januari 2020

Diamond Food (DMND) Menargetkan Tumbuh 20% di Tahun 2020

Mungkin banyak yang belum mengenal emiten yang bernama PT Diamond Food Indonesia Tbk (DMND). Hal itu maklum karena Diamond Food baru saja IPO pada Januari 2020 ini. Emiten ini cukup menarik karena berada di sektor consumer goods dimana produknya sudah banyak dikenal oleh masyarakat dengan brand Diamond pada produk olahan susu seperti susu UHT, keju dan es krim. Berikut ini adalah ulasan mengenai rencana Diamond Food kedepannya:

IPO Diamond Food


Mematok Pertumbuhan 20% di Tahun 2020
Perusahaan industri consumer goods, PT Diamond Food Indonesia Tbk (DMND) mematok angka pertumbuhan pendapatan dan laba bersih tahun ini mencapai 25 persen, sedangkan pada 2019 pertumbuhan (unaudited) diperkirakan sebesar 12 persen. Hal tersebut sebagaimana dikemukakan oleh Direktur Utama PT Diamond Food Indonesia Tbk, Chen Tsen Nan di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Rabu. "Pertumbuhan pendapatan tahun ini saya kira 25 persen. Tetapi, memang sudah jelas kami akan selalu bertumbuh terus. Kalau tahun sebelumnya (2019), belum diaudit," sebut dia. Berdasarkan laporan keuangan perseroan per 31 Juli 2019, jumlah pendapatan perseroan tercatat mencapai Rp3,4 triliun, sedangkan laba bersih DMND sebesar Rp192,47 miliar. Sementara itu, total aset Diamond mencapai Rp5,34 triliun. Menurut Chen, pada 2019 tingkat pertumbuhan pendapatan DMND sebesar 12 persen jika dibandingkan dengan posisi per akhir Desember 2018. Dia optimistis, laba bersih perseroan pada tahun ini bisa bertumbuh di atas 25 persen.

Rencana Setelah IPO
"Dengan pelaksanaan IPO ini dan Diamond menjadi perusahaan go public, maka mengharapkan perusahaan bisa lebih efisien secara operasi. Sehingga, kami bisa terus melanjutkan pertumbuhan," papar Chen. Pada pelaksanaan IPO yang tangani oleh PT Indo Premier Sekuritas ini, DMND melepas saham ke publik sebanyak 100 juta unit dengan harga penawaran senilai Rp915 per saham. Sehingga, pada penawaran umum perdana saham ini perseroan mampu meraup dana sebesar Rp91,5 miliar. Raihan dana dari IPO tersebut akan dimanfaatkan untuk pengembangan fasilitas produksi dan menambah cold storage. "Capital investment pasti akan tambahkan. Pasti ada dana yang akan kami keluarkan untuk ke depannya. Dengan go public, kami berharap pertumbuhan bisa lebih cepat," imbuh Chen. Saat ini jaringan distribusi cold chain Grup Diamond telah menjangkau 21 titik distribusi di Indonesia yang didukung oleh 900 armada pengiriman produk ke 34 provinsi. Grup Diamond mulai beroperasi pada 1973 sebagai produsen es krim bermerek Diamond.

Valuasi Harga Saham
Meskipun Diamond Food belum mempublikasikan laporan keuangannya untuk tahun 2019 namun valuasinya bisa diukur dengan laporan keuangannya di tahun 2018. Pada saat artikel ini dipublikasikan harga saham Diamond Food diperdagangkan di harga Rp 1350/lembar yang mencerminkan PER sebesar 40,9 dan PBV sebesar 4,3. Nilai itu memang sangat tinggi untuk pertumbuhan yang moderat antara 10-20% per tahun namun bisa menjadi wajar karena emiten yang bergerak di sektor consumer goods seringkali dihargai mahal. Namun karena pergerakan harga saham yang baru IPO sulit diprediksi maka investor sebaiknya wait and see. Saham DMND memiliki prospek jangka panjang yang cukup bagus namun saat ini masih dalam valuasi yang cukup tinggi sehingga lebih baik masuk ke dalam watchlist sambil menunggu peluang yang tepat untuk membeli saham ini.

Kesimpulan:
Manajemen Diamond Food menargetkan pertumbuhan yang cukup tinggi di angka 20%. Hal itu kemungkinan bisa tercapai mengingat perusahaan baru mendapatkan dana IPO dan memiliki brand Diamond yang cukup dikenal oleh masyarakat. Namun valuasi harga sahamnya yang cukup tinggi membuat saham DMND lebih baik masuk ke dalam watchlist.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar