Selasa, 28 Januari 2020

Fitch Ratings Mempertahankan Rating Investment Grade Indonesia

Lembaga pemeringkat Fitch Ratings (Fitch) menetapkan peringkat sovereign credit rating Indonesia pada level BBB atau outlook stabil (investment grade) pada 24 Januari 2020. Reaksi Bank Indonesia cukup positif.

Fitch Ratings

Ekonomi yang Stabil
Fitch Ratings, lembaga pemeringkat internasional, mempertahankan peringkat surat utang Indonesia di level BBB pada awal tahun 2020. Pandangan ini sejalan dengan kestabilan perekonomian Indonesia dalam beberapa waktu terakhir hingga jangka menengah ke depan. Menurut Fitch, pertumbuhan ekonomi cukup stabil karena beban utang pemerintah relatif rendah dibandingkan negara tetangga dengan rating yang sama. Porsi utang pemerintah diperkirakan berada di kisaran 30,1 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) sepanjang tahun ini.

Sekalipun rasio utang meningkat, namun Fitch memandang Indonesia tetap bisa mempertahankan defisit anggaran di kisaran 3 persen dari PDB. Sebab, Fitch melihat ada reformasi struktural dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, investasi, dan sumber-sumber pembiayaan baru. Reformasi struktural itu salah satunya berupa kebijakan omnibus law Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Lapangan Kerja. Di sisi lain, Fitch memandang inflasi juga terkendali, sehingga turut mendorong aliran investasi asing dan memperkuat kondisi keuangan eksternal Indonesia.

Fitch memperkirakan defisit fiskal akan stabil pada 2020. Utang pemerintah diestimasi di level 30,1% PDB pada 2019. Rasio utang terhadap PDB hanya akan sedikit meningkat beberapa tahun ke depan dengan asumsi batasan defisit anggaran sebesar 3% dari PDB tetap dipatuhi. Dari sisi domestik, tekanan inflasi diproyeksikan akan tetap rendah. Dalam beberapa tahun terakhir, inflasi terkendali dalam rentang target BI 3,5% ± 1%. Dari sisi eksternal, kondisi pasar keuangan yang kondusif mendukung peningkatan cadangan devisa hingga mencapai US$ 129 miliar pada Desember 2019. Current account deficit (CAD) diprediksi tetap di level 2,7% PDB baik pada 2019 maupun 2020, dan sedikit membaik menjadi 2,6% pada 2021, yang lebih dari setengahnya dibiayai oleh aliran masuk investasi asing langsung, dan sisanya dibiayai aliran masuk investasi portofolio.


Gubernur Bank Indonesia Menanggapi Positif
Menanggapi itu, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan afirmasi rating pada level BBB itu adalah bentuk pengakuan Fitch atas daya tahan ekonomi Indonesia di tengah dinamika global, didukung sinergi bauran kebijakan kuat antara BI dan pemerintah. "Ke depan, Bank Indonesia akan mencermati perkembangan ekonomi global dan domestik dalam memanfaatkan ruang bauran kebijakan yang akomodatif dan memperkuat koordinasi dengan Pemerintah guna mendorong momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia," tuturnya dalam keterangan resmi hari ini. Fitch memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tetap resilien beberapa tahun mendatang, didukung berlanjutnya pembangunan infrastruktur publik dan agenda reformasi ekonomi pada periode kedua Presiden Joko Widodo.

Perry Warjiyo
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo
Fitch memandang risiko dari sektor perbankan Indonesia terbatas. Rasio kredit swasta terhadap PDB hanya sebesar 36% sedangkan rasio kecukupan modal bank tetap kuat, yakni sebesar 23,7% pada November 2019. Eksposur pinjaman dalam valas perbankan Indonesia tercatat sekitar 15% dari total pinjaman dengan kewajiban bank dalam valas dapat diimbangi oleh aset valas atau telah dilakukan lindung nilai, serta sebagian kewajiban adalah pembiayaan dari perusahaan induk. Fitch terakhir kali mempertahankan peringkat Indonesia pada level BBB/stable outlook (Investment Grade) pada 14 Maret 2019.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar