Sabtu, 25 Januari 2020

Kinerja Bank BRI (BBRI) di Tahun 2019 Melambat

Bank dengan aset terbesar di Indonesia yaitu Bank Rakyat Indonesia (BBRI) mengalami kinerja yang cukup flat untuk tahun buku 2019. Kendati demikian kinerjanya diatas rata-rata industri perbankan. Berikut ini adalah ulasan kinerja Bank BRI di tahun 2019.

Bank BRI


Kinerja Diatas Rata-Rata Perbankan
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk membukukan laba sebesar Rp 34,41 triliun hingga kuartal IV 2019. Laba itu tumbuh 6,15% secara tahunan (year on year/yoy) dari Rp 32,4 triliun pada 2018. Direktur Utama Bank BRI, Sunarso mengatakan, perolehan laba ditopang oleh beberapa segmen, salah satunya penyaluran kredit. Tercatat hingga Desember 2019, penyaluran kredit mencapai Rp 908,88 triliun. "Artinya tumbuh 8,4%. Pertumbuhan kredit di atas rata-rata pertumbuhan industri perbankan, karena industri perbankan tumbuh 6,08% menurut Otoritas Jasa Keuangan," kata Sunarso di Jakarta, Kamis (23/1/2020). 

Kredit Mikro Menjadi Pendongkrak Kinerja Utama
Sunarso menyebut, faktor pendukung utama pertumbuhan kredit berasal dari penyaluran kredit mikro yang tumbuh 12,19% dengan porsi kredit naik menjadi 35,5% dibanding 2018 sebesar 34,1%. "Hal ini sejalan dengan aspirasi, kami ingin komposisi kredit mikro bisa 40% dari total portofolio pinjaman di tahun 2022. Strateginya kami untuk mendorong penetrasi itu dengan menjangkau nasabah yang lebih kecil lagi," ujar Sunarso. Selain itu, pertumbuhan kredit juga ditopang oleh kredit ritel dan menengah sebesar Rp 269,64 triliun atau tumbuh 12,08% dengan pertumbuhan bunga kredit sebesar 8,8% sejalan dengan pertumbuhan kredit perseroan. Untuk itu, BRI mampu menjaga kredit macet (Non Performing Loan/NPL) sebesar 2,7% dengan NPL Coverage sebesar 153,64%, pencadangan naik 11,2%. 

Kinerja Melambat
Meskipun kinerja Bank BRI menunjukkan diatas rata-rata perbankan dalam hal pertumbuhan kredit dimana Bank BRI mampu membukukan pertumbuhan kredit sebesar 8,4% dimana rata-rata perbankan nasional membukukan pertumbuhan kredit sebesar 6,08% namun sejatinya kinerja Bank BRI melambat jika dilihat dari segi pertumbuhan laba bersih. Tercatat di tahun 2019 kemarin Bank BRI membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 6,15% atau single digit. Biasanya Bank BRI mencetak pertumbuhan laba bersih secara double digit pada tahun sebelumnya. Bila dilihat dari masa lalu Bank BRI membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 11,6% di tahun 2018, lalu 10,7% di tahun 2017 namun lebih tinggi dari tahun 2016 yang hanya naik tipis sebesar 2,4% saja. Namun di tahun 2016 pertumbuhan kredit Bank BRI meningkat sebesar 13,8% dibandingkan dengan 8,4% pada saat ini.

Valuasi Harga Saham
Pada saat artikel ini ditayangkan saham BBRI diperdagangkan di harga 4740. Pada harga tersebut saham BBRI memiliki nilai PER sebesar 17 dan PBV sebesar 2,9. Bila dilihat dari valuasi dan kinerja perusahaannya maka saham BBRI terlihat sangat mahal karena memiliki PER diatas rata-rata saham sedangkan kinerjanya melambat. Kinerja yang melambat itu sendiri karena nilai aset Bank BRI yang sudah mencapai Rp 1.418 triliun dan merupakan bank dengan aset terbesar di Indonesia sehingga pertumbuhannya di masa depan akan sangat tertekan serta kurang menghasilkan keuntungan yang besar.

Kesimpulan:
Bank BRI mencatatkan kinerja diatas rata-rata perbankan namun bila dilihat secara pertumbuhan maka terlihat melambat. Namun hal itu tidak diluar ekspektasi karena ukuran Bank BRI yang sudah sangat besar sehingga memang sudah sepantasnya pertumbuhan Bank BRI tidaklah pesat. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar