Sabtu, 25 Januari 2020

Kinerja Bank Mandiri (BMRI) Tahun 2019 Melambat

Baru-baru ini Bank Mandiri (BMRI) mengumumkan pencapaian kinerjanya untuk tahun buku 2019. Dari hasil yang disampaikan Bank Mandiri memiliki kinerja yang tumbuh secara single digit pada tahun lalu. Berikut ini adalah ulasan kinerja Bank Mandiri pada tahun 2019.

Bank Mandiri

Laba Bersih Tumbuh Single Digit
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk membukukan laba bersih sebesar Rp 27,5 triliun pada 2019, tumbuh 9,9% dibandingkan akhir 2018 yang sebesar Rp 25 triliun. Direktur Utama Bank Mandiri Royke Tumilaar mengatakan, konsistensi untuk mengutamakan prinsip pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan dalam ekspansi serta inovasi layanan yang berkelanjutan melalui otomatisasi ataupun digitalisasi menjadi kunci keberhasilan perseroan dalam melewati 2019 yang diwarnai dengan persaingan ketat industri perbankan serta maraknya usaha pembiayaan berbasis digital. "Dalam penyaluran kredit, misalnya, kami senantiasa berpatokan pada kajian sektor "guideline" dan "assessment" karakter perusahaan yang ketat untuk memastikan pemenuhan kewajiban oleh calon debitur. Kami juga berusaha menjaga komposisi portofolio segmen wholesale dan retail (bank only) yang saat ini di kisaran 65% dan 35% agar dapat memberikan return yang optimal," ujar Royke saat jumpa pers di Jakarta, Jumat.

Pertumbuhan Kredit Cukup Baik
Kredit konsolidasi Bank Mandiri pada 2019 mencapai Rp 907,5 triliun, tumbuh 10,7% (year on year) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dari kucuran tersebut, perseroan berhasil mencatat pendapatan bunga bersih sebesar Rp 59,4 triliun, naik 8,8% (yoy) dibanding tahun sebelumnya. Dia menjelaskan, portofolio perseroan (bank only) di segmen wholesale sampai dengan kuartal IV 2019 mencapai Rp 516,4 triliun atau tumbuh 9,3% (yoy). Sedangkan segmen ritel sebesar Rp 275,9 triliun, tumbuh 11,9% secara tahunan. Jika kredit korporasi menjadi penopang utama segmen wholesale dengan capaian Rp 329,8 triliun, maka kredit mikro dan kredit konsumer menjadi andalan segmen ritel dengan capaian masing-masing Rp 123 triliun dan Rp 94,3 triliun. Kredit korporasi Mandiri tumbuh 7,7% (yoy) dibanding tahun sebelumnya, sedangkan penyaluran kredit mikro naik 20,1% (yoy). Sementara kredit konsumer akhir 2019 tumbuh 7,9% (yoy) dimana bisnis kartu kredit dan kredit kendaraan bermotor (auto loan) menjadi penyumbang terbesar dengan laju ekspansi masing-masing 20,1% (yoy) menjadi Rp 13,8 triliun dan 9,6% (yoy) menjadi Rp 34,6 triliun. "Seiring keinginan perseroan mengoptimalkan fungsi intermediasi, Bank Mandiri juga menjaga komposisi kredit produktif seperti kredit investasi dan modal kerja, dalam porsi yang signifikan, yakni 77,4% dari total portofolio," ujar Royke.

Kinerja Melambat
Sama halnya dengan Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Bank Negara Indonesia (BBNI), pada tahun lalu Bank Mandiri mencatatkan kinerja pertumbuhan laba bersih single digit. Namun nilainya hampir mendekati double digit membuatnya menjadi bank BUMN yang memiliki kinerja bagus di tahun 2019. Kendati demikian Bank Mandiri mengalami perlambatan jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun 2018 Bank Mandiri mencatatkan pertumbuhan laba bersih secara double digit pada angka 20%. Begitupula di tahun 2017 Bank Mandiri mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 49% namun ini perlu dicatat bahwa pada tahun 2016 Bank Mandiri mengalami penurunan laba bersih sebesar -32,1% sehingga kenaikan laba bersih yang drastis adalah wajar. 

Valuasi Harga Saham
Pada saat artikel ini ditayangkan saham BMRI diperdagangkan pada harga Rp 7925/lembar. Di harga tersebut saham BMRI memiliki nilai valuasi PER sebesar 13,4 dan PBV 1,9. Dengan melihat kinerja Bank Mandiri pada saat ini dan valuasinya maka saham BMRI masuk ke dalam kategori normal atau artinya bahwa harga saham BMRI merefleksikan kinerjanya yang hampir tumbuh double digit. Kinerja laba bersih Bank Mandiri masih bisa tumbuh secara moderat di kisaran 10-20% apabila perekonomian berjalan normal seperti yang terjadi sebelum-sebelumnya.

Kesimpulan:
Kinerja Bank Mandiri pada tahun 2019 ini tumbuh secara single digit dan itu sejalan dengan perusahaan perbankan BUMN lainnya yang memiliki pertumbuhan sama. Namun dari kebanyakan saham perbankan maka saham BMRI lebih layak untuk investasi saat ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar