Minggu, 26 Januari 2020

Kinerja Bank Negara Indonesia (BBNI) Tahun 2019 Melambat

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) mencatatkan pertumbuhan laba bersih. Hal itu juga terjadi pada bank BUMN yang lain seperti Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dan Bank Mandiri (BMRI). Kendati demikian pertumbuhannya sama seperti bank BUMN lain tersebut yaitu tumbuh tipis jika dilihat dari pertumbuhan laba bersih. Berikut ini adalah ulasan kinerja Bank Negara Indonesia (BBNI) pada tahun 2019.



Kinerja Tahun 2019 Naik Tipis
PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) meraih laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar Rp 15,38 triliun hingga periode 31 Desember 2019 naik dibandingkan laba bersih Rp 15,02 triliun di periode sama tahun sebelumnya. Kenaikan laba bersih ini naik tipis sebesar 2,4% dari periode sebelumnya. Laporan keuangan perseroan Kamis menyebutkan, pendapatan bunga bersih naik menjadi Rp 36,60 triliun dari Rp 35,45 triliun dan beban operasional selain bunga bersih naik jadi Rp 18,67 triliun dari Rp 17,82 triliun. Laba operasional naik menjadi Rp 19,63 triliun dari laba operasional Rp19,34 triliun. Sementara laba tahun berjalan sebelum pajak turun menjadi Rp 19,37 triliun dari laba tahun berjalan sebelum pajak tahun sebelumnya yang Rp 19,82 triliun. Total aset perseroan hingga periode 31 Desember 2019 mencapai Rp845,60 triliun naik dari Rp 808,57 triliun hingga periode 31 Desember 2018.

Kinerja Melambat
Dilihat dari laba bersih Bank Negara Indonesia (BBNI) membukukan pertumbuhan yang paling rendah diantara bank BUMN lain seperti Bank Rakyat Indonesia (BBRI) yang mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 6,1% dan Bank Mandiri (BMRI) yang mencatatkan laba bersih sebesar 9,9% di tahun lalu. Sedangkan di tahun-tahun sebelumnya laba bersih Bank Negara Indonesia mampu tumbuh secara double digit. Di tahun 2018 Bank Negara Indonesia membukukan kenaikan laba bersih sebesar 10,3% begitupula di tahun 2017 sebesar 20% dan di tahun 2016 sebesar 25,1% namun perlu digaris bawahi bahwa pertumbuhan laba bersih di tahun 2016 cukup besar karena Bank Negara Indonesia mengalami penurunan laba bersih di tahun 2015 sebesar -16%.

Valuasi Harga Saham
Pada saat artikel ini ditayangkan saham BBNI diperdagangkan di harga Rp 7700/lembar. Pada harga tersebut saham BBNI memiliki valuasi PER sebesar 9,3 dan PBV sebesar 1,1. Jika dilihat maka saham BBNI cukup murah dan dibawah rata-rata PER saham bank BUMN yang diatas 10. Namun kinerja BBNI terlihat kurang konsisten di masa lalu dimana pertumbuhannya secara besar dan kecil. Di akhir-akhir ini kinerja saham BBNI cenderung melambat yang membuat nilai valuasinya saat ini menjadi wajar mencerminkan kinerjanya. Bila anda ingin berinvestasi di saham BBNI maka sebaiknya wait and see karena prospeknya cenderung menurun kendati valuasi harga sahamnya cukup rendah.

Kesimpulan:
Bank Negara Indonesia menjadi salah satu bank BUMN besar yang tumbuh secara single digit. Dari ketiga bank BUMN terbesar maka kinerja Bank Negara Indonesia adalah yang paling rendah. Dilihat dari nilai valuasi harga sahamnya maka saham BBNI kurang begitu prospek karena kinerjanya yang cenderung turun dalam beberapa waktu terakhir.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar