Selasa, 28 Januari 2020

Laba Bank BRI Agro (AGRO) Menurun di Tahun 2019

Baru-baru ini Bank BRI Agro memberikan paparan tentang laporan keuangan untuk tahun penuh 2019. Namun sepertinya investor saham AGRO harus mengelus dada karena kinerja Bank BRI Agro menurun di tahun 2019. Berikut ini adalah ulasannya:

Bank BRI Agro

Kinerja Bank BRI Agro
Bank BRI Agro (AGRO) mengalami penurunan laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar Rp51,06 miliar atau turun 75% hingga periode yang berakhir 31 Desember 2019 dibandingkan laba bersih Rp204,21 miliar di periode sama tahun sebelumnya. Berdasarkan keuangan perseroan pada Selasa (28/1/2020), menyebutkan bahwa pendapatan bunga bersih meningkat menjadi Rp693,21 miliar naik dari Rp675,93 miliar tahun sebelumnya. Sementara itu, kenaikan tajam beban operasional selain bunga bersih menjadi Rp621,72 miliar dari Rp384,24 miliar membuat laba operasional turun tajam menjadi Rp71,49 miliar dari laba operasional tahun sebelumnya yang Rp291,69 miliar. Laba sebelum pajak tercatat sebesar Rp74,19 mliar turun dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya yang Rp292,51 miliar. Sedangkan total aset perseroan hingga periode 31 Desember 2019 mencapai Rp27,07 triliun naik dari total aset yang tercatat hingga periode 31 Desember 2018 yang Rp23,31 triliun.

Berinvestasi ke Pinjaman Online
Pada awal Januari ini Bank BRI Agro melakukan kerjasama dengan perusahaan peminjaman online yaitu Investree. Untuk tahap awal BRI Agro menyediakan dana sebesar Rp 100 Miliar untuk program kerjasama dengan Investree. "Kami sangat optimis bahwa kerja sama ini akan memberikan kontribusi bagi para UMKM terutama untuk terus menghadirkan kecepatan dan kemudahan dalam mengakses pinjaman kepada para pelaku UMKM serta memperkuat ekosistem ekonomi digital yang sudah ada" tambah Ebeneser.

Saat ini BRI Agro sudah memiliki aplikasi digital untuk pinjaman yaitu PINANG dan penyalurannya berdasarkan posisi Desember 2019 sudah mencapai angka Rp30 miliar. "Kami menyadari bahwa  aplikasi digital yang kami miliki sangat berkembang di pasar, dan kami berharap selain pinjaman kepada segmen bisnis konsumer, melalui kerjasama dengan Investree kami bisa masuk ke segmen bisnis ritel dan UMKM karena segmen ini dapat bertahan pada berbagai macam kondisi ekonomi"ungkap Ebeneser.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar