Rabu, 29 Januari 2020

RS Mitra Keluarga (MIKA) Menargetkan Pertumbuhan Pendapatan 13% di Tahun 2020

Emiten rumah sakit PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk. (MIKA) memiliki target yang ambisius di tahun 2020 mendatang. Perusahaan menargetkan pertumbuhan yang lebih tinggi pada tahun ini dibanding tahun-tahun sebelumnya. Berikut ini adalah ulasannya.

Rumah Sakit Mitra Keluarga

Kinerja Mitra Keluarga
Investor Relation Mitra Keluarga Aditya Wijaya mengatakan pendapatan perseroan dapat tumbuh dua digit. Tahun ini, perseroan akan memiliki 25 unit rumah sakit yang beroperasi sedangkan tahun lalu hanya 24 unit. “Tahun ini, pendapatan kami targetkan naik sekitar 12-15 persen,” ujarnya. Pada 2019, emiten berkode saham MIKA itu menargetkan bisa meraup pendapatan sebesar Rp3,06 triliun. Dengan begitu, perseroan diharapkan dapat mendapat Rp3,42 triliun pada 2020.

Hingga kuartal III/2019, MIKA mencatatkan pendapatan sebesar Rp2,38 triliun. Angka ini naik 17,24 persen secara year-on-year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yang senilai Rp2,03 triliun. Nilai itu juga setara dengan 77,77 persen dari target MIKA sepanjang 2019. Adapun Compound Annual Growth Rate (CAGR) MIKA sebesar 6,9 persen pada periode 2014—2018 . 

Penggunaan Dana IPO
Di sisi lain, Direktur MIKA, Joyce V. Handajani mengatakan perseroan telah menggunakan dana hasil penawaran umum (Initial Public Offering/IPO) sebesar Rp968,55 miliar sampai Januari 2020. Jumlah itu setara dengan 80,17 persen dari dana segar yang diperoleh, yang sebesar Rp1,20 triliun. Adapun 56 persen dana IPO digunakan untuk pembangunan rumah sakit, 20 persen peralatan medis dan teknologi informasi, 16 persen pembelian tanah, dan 8 persen ekspansi rumah sakit lama.

Emiten rumah sakit PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk.mengalokasikan belanja modal sebesar Rp300 miliar pada 2020, di mana sebagian di antaranya digunakan untuk membangun rumah sakit. Investor Relation Mitra Keluarga Aditya Wijaya mengatakan sebagian besar dana itu akan digunakan untuk membangun satu rumah sakit di Surabaya. “Belanja modal tahun ini kami anggarkan sebesar Rp300 miliar, sebagian besar akan kami gunakan untuk pembangunan rumah sakit,” ujarnya.

Emiten berkode saham MIKA itu memperkirakan rumah sakit anyar tersebut akan dapat beroperasi pada kuartal IV/2020. Saat ini, perseroan sudah memiliki 3 rumah sakit di kota itu, sehingga nantinya akan ada 4 rumah sakit di Kota Pahlawan. Nilai belanja modal tahun ini lebih kecil 51,61 persen dibandingkan dengan anggaran 2019, yang mencapai Rp620 miliar. Tahun lalu, perseroan baru merampungkan dua proyek rumah sakit, masing-masing di Bintaro, Tangerang dan Jatiasih, Bekasi.

Sebelumnya, Direktur MIKA Joyce V. Handajani mengungkapkan perseroan menargetkan untuk memiliki 30 unit rumah sakit pada 2025. Saat ini, MIKA sudah memiliki 24 unit rumah sakit. Dari jumlah tersebut, sebanyak 16 di antaranya merupakan grup Mitra Keluarga, sedangkan 8 lainnya adalah jaringan Grup Kasih. “Perseroan telah memulai pembangunan RS baru yang akan buka pada 2020. Lokasinya di Surabaya dan strategi kami sekurang-kurangnya perseroan akan menambah 1 rumah sakit setiap tahunnya,” terangnya. Sebagai gambaran, MIKA membutuhkan dana antara Rp250 miliar-Rp300 miliar untuk membangun rumah sakit dengan lahan yang besar dan Rp80 miliar-Rp100 miliar untuk lahan yang lebih kecil.

Proyeksi Kinerja Melambat
Pertumbuhan kinerja keuangan PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) diproyeksi cenderung melambat pada 2020. Hal itu dipicu oleh ekspektasi rendahnya ekspansi rumah sakit baru dan penambahan jumlah tempat tidur. Samuel Sekuritas menargetkan kenaikan laba bersih Mitra Keluarga menjadi Rp 752 miliar pada 2020 dibandingkan perkiraan 2019 senilai Rp 727 miliar dan realisasi tahun 2018 yang mencapai Rp 614 miliar. Sedangkan pendapatan diharapkan meningkat menjadi Rp 3,83 triliun pada 2020 dibandingkan perkiraan tahun 2019 sebesar Rp 3,13 triliun dan perolehan tahun 2018 mencapai Rp 2,71 triliun. 

“Perseroan diperkirakan hanya menambah satu rumah sakit pada 2020 melalui pembangunan di Surabaya. Sedangkan akuisisi rumah sakit baru kemungkinan tidak direalisasikan pada 2020,” ungkap analis Samuel Sekuritas Indonesia Ilham Akbar Muhammad dalam risetnya, baru-baru ini. Terkait penambahan rumah sakit perseroan tahun 2019, dia mengungkapkan telah mencapai empat unit, yang terdiri atas akuisisi dua rumah sakit milik Kasih Group dan Bina Husada, serta pembangunan dua rumah sakit Mitra Keluarga. Hal ini membuat total rumah sakit yang dioperasikan perseroan meningkat menjadi 24 unit setara dengan penambahan tempat tidur sekitar 11,4% sampai September 2019.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar