Minggu, 26 Januari 2020

Pendapatan Metrodata Electronics (MTDL) Diprediksi Tembus Rp 15 triliun

Salah satu perusahaan berbasis IT di Bursa Efek Indonesia (BEI) yaitu PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) memperkirakan bahwa nilai penjualannya akan mencapai Rp 15 triliun atau lebih dari US$ 1 Milyar pada tahun 2019 lalu. Hal itu sangat bagus karena nilai tersebut merupakan nilai tertinggi dalam sejarah Metrodata Electronics. Namun nilai tersebut masih sebatas perkiraan manajemen dan belum dicatatkan dalam laporan keuangan tahun 2019 dan diaudit yang mana nilainya bisa berubah kembali. Namun dengan perkiraan tersebut maka investor dapat memperkirakan kinerjanya yang mana tidak akan terlalu banyak berubah pada laporan keuangan tahun 2019 yang akan dipublikasikan. Berikut ini adalah ulasan dari prediksi kinerja Metrodata Electronics di Tahun 2019.

Metrodata Electronics

Pendapatan Tertinggi Sepanjang Sejarah Perusahaan
Emiten yang bergerak di bidang distribusi, solusi & konsultasi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL),  optimis dalam memasuki tahun 2020. Bahkan penjualan tahun sebelumnya diperkirakan telah mencapai Rp 15 triliun (tidak di-audit) atau lebih dari USD 1 miliar jika benar maka nilai penjualan ini naik sebesar 18% dari periode sebelumnya. Pencapaian tersebut merupakan angka tertinggi sepanjang sejarah Perseroan. "Kami berterima kasih atas dukungan para pemangku kepentingan mulai dari pelanggan, mitra usaha, karyawan dan pemegang saham atas dukungannya sehingga MTDL bisa mencapai usia 45 tahun dan diperkirakan meraih penjualan tahun 2019 lebih dari USD 1 miliar." Kata Susanto Djaja, Presiden Direktur MTDL dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Kamis.

Rencana Tahun 2020
Memasuki tahun 2020, lini usaha distribusi MTDL akan melakukan strategi menambah kerjasama dengan mitra baru di bidang distribusi untuk produk-produk TIK terutama IoT, gaming, IT security yang terus berkembang. "Ke depan, MTDL berencana akan memasarkan smart lighting appliance selain home appliance seperti blender, shaver, vacuum cleaner dan lain-lain yang telah dijalankan tahun lalu agar semakin lengkap rangkaian produk dan jasa yang bisa disalurkan melalui jaringan distribusi MTDL yang terbukti bertahan selama 45 tahun,"tutur Susanto.  Selain itu, menurutnya, dari lini usaha solusi dan konsultasi, kebutuhan akan produk dan layanan IT serta upaya perusahaan - perusahaan dalam melakukan transformasi digital ke arah industry 4.0 juga terus menopang pendapatan MTDL sejak beberapa tahun terakhir yang akan dilanjutkan di tahun 2020 ini.

Menyasar Teknologi Finansial
Salah satu contohnya di industri keuangan, khususnya perbankan dan layanan keuangan lainnya telah mengalami disrupsi mendasar dengan kehadiran para pemain di bidang financial technology (FinTech). Fintech sebagai evolusi baru di dalam metode pembiayaan dan pembayaran telah memaksa perbankan untuk bertransformasi dalam memudahkan proses payment dan transaksi  untuk nasabahnya. Untuk mengatasi persaingan dengan fintech inilah, perbankan gencar dalam melakukan transformasi di dalam digital payment atau digital transaction. MTDL dalam hal ini sudah membantu banyak bank dalam membangun interkoneksi antara core system (back end) dan digital system (front end).

Industri IT Sedang Berkembang
Ditambah lagi dengan berkembangnya kebutuhan dalam membuat aplikasi yang agile (lincah) dan siap launching secara bertahap, telah mendorong kebutuhan akan developer. Untuk itulah, unit bisnis solusi dan konsultasi telah menyediakan para developer IT kepada Korporasi di dalam mengembangkan aplikasi yang dibutuhkan. Ada sekitar 500 developer IT yang disediakan oleh MTDL untuk menolong para Korporasi di dalam melakukan transformasi digital. Susanto menambahkan, MTDL berhasil mencetak kinerja positif dengan meningkatnya pendapatan seiring dengan permintaan produk dan solusi IT di era transformasi digital ini. Pertumbuhan kinerja MTDL turut dikontribusikan dari penjualan kepada Korporasi sejalan dengan transformasi teknologi yang menuntut layanan solusi dan konsultasi IT. Ke depan, kami semakin optimis akan semakin banyak perusahaan yang membutuhkan layanan terkait transformasi digital yang menjadi salah satu dasar bagi MTDL untuk bisa terus tumbuh secara berkelanjutan.

Valuasi Harga Saham Berdasarkan Perkiraan
Kendati Metrodata Electronics (MTDL) belum mempublikasikan laporan keuangannya untuk tahun 2019 namun valuasinya bisa juga diperkirakan melalui data terbarunya. Pada tahun 2019 MTDL mencetak pendapatan sebesar Rp 15 triliun atau naik sebesar 18% dari periode sebelumnya. Pendapatan MTDL pada Q3 2019 sendiri naik 12,8% di angka Rp 10,2 triliun dan laba bersihnya naik sebesar 35,5%. Maka dengan kenaikan pendapatan sebesar 18% MTDL diperkirakan akan mampu membukukan kenaikan laba bersih sebesar 25-35% di tahun 2019 dengan ekspektasi dibawah rata-rata. Hal ini membuat Metrodata Electronics menjadi salah satu perusahaan yang berkembang pesat di BEI. Pada saat artikel ini ditayangkan saham MTDL diperdagangkan di harga 1800. Dengan asumsi laba bersih meningkat sebesar 25-35% maka saham MTDL memiliki PER sebesar 11,4-12,3 dan PBV sebesar 2,2. Jika dilihat maka saham MTDL cenderung sangat murah jika dibandingkan dengan kinerja dan prospeknya kedepan mengingat industri IT sedang berkembang. Hal itu terbukti di sepanjang tahun 2019 saja harga saham MTDL naik sebesar 116%.

Kesimpulan:
Manajemen MTDL mengumumkan kinerja pendapatannya yang tertinggi dalam sejarah perusahaan pada saat ulang tahun perusahaan yang ke-45. Dilihat dari valuasi, harga sahamnya cenderung murah karena pertumbuhan bisnisnya yang cukup pesat. Kedepannya kinerja MTDL diproyeksi terus meningkat mengingat industri IT yang terus berkembang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar