Jumat, 31 Januari 2020

Saham Unilever Indonesia (UNVR) Turun Setelah Melaporkan Kinerja Tahun 2019 yang Menurun

Tahun 2019 bukan merupakan tahun yang bagus untuk Unilever Indonesia (UNVR). Pasalnya Unilever Indonesia membukukan kinerja yang menurun jika dilihat dari laba bersih. Akibatnya harga sahamnya turun -3,3% pada perdagangan 30 Januari 2020. Berikut ini adalah ulasannya:

Unilever Indonesia

Pendapatan Meningkat Tipis
Unilever Indonesia (UNVR) mencatat peningkatan pada penjualannya disepanjang periode tahun buku 2019 bila dibandingkan dengan penjualan serupa di tahun 2018. Dalam laporan keuangannya, tercatat sepanjang periode tahun buku 2019 perseroan membukukan penjualan sebesar Rp42,92 triliun, angka ini meningkat tipis sebesar 2,7% bila dibandingkan dengan penjualan di tahun 2018 yang mencatat angka sebesar Rp41,80 triliun. 

Laba Bersih Menurun
Sementara laba bruto di tahun 2019 tercatat naik menjadi Rp22,03 triliun dibanding tahun 2018 yang membukukan laba bruto sebesar Rp21,10 triliun. Untuk laba usaha di tahun 2019 tercatat mengalami sedikit penurunan dibanding tahun 2018 dikarenakan adanya peningkatan pada beban pemasaran dan penjualan. Tercatat laba usaha yang dibukukan tahun 2019 yakni sebesar Rp10,12 triliun, sedangkan di tahun 2018 sebesar Rp12,32 triliun. Adapun untuk laba perseroan yang dibukukan sepanjang tahun 2019 yakni sebesar Rp7,39 triliun, turun sebesar 18,6% dibanding tahun 2018 yang membukukan sebesar Rp9,08 triliun.

Adapun total aset yang dibukukan oleh perseroan sepanjang tahun 2019 naik tipis menjadi Rp20,65 triliun dari total aset perseroan di tahun 2018 yang mencapai Rp20,33 triliun. Sedang untuk total ekuitas turun menjadi Rp5,28 triliun dari sebelumnya Rp7,38 triliun di 2018, dan untuk liabilitas naik menjadi Rp15,37 triliun dari sebelumnya Rp12,94 triliun di tahun 2018.

Kinerja Melambat Dalam Beberapa Tahun Terakhir
Pertumbuhan pendapatan Unilever sudah melambat dalam beberapa tahun terakhir. Di tahun 2016 pertumbuhan pendapatan dan laba bersih Unilever sudah menjadi single digit yaitu bertumbuh 9,8% dan 9,2%, di tahun 2017 pendapatan dan laba bersihnya meningkat 2,9% dan 9,6%, tahun 2018 pendapatannya meningkat hanya 1,5% dan laba bersihnya meningkat besar di 30,1%. Peningkatan laba bersih di tahun 2018 merupakan sebuah anomali dimana seharusnya mengikuti kenaikan pendapatan di angka single digit. Itulah kenapa pada tahun 2019 laba bersih Unilever turun karena adanya kenaikan yang signifikan tanpa didukung kenaikan pendapatan yang baik sehingga kinerja kenaikan tersebut tidak dapat dipertahankan.

Valuasi Harga Saham
Saat ini saham UNVR diperdagangkan pada harga Rp 8000/lembar yang mencerminkan nilai PER sebesar 41 dan PBV sebesar 57,8 yang terlihat sangat mahal. Saham UNVR seringkali digadang-gadang sebagai saham yang defensif karena brandnya yang sudah terkenal namun investor seringkali melupakan bahwa kinerja UNVR pada beberapa tahun terakhir kurang bertumbuh. Akibatnya di tahun 2019 saham UNVR sudah turun sebesar -16% karena kinerja yang lambat dan menurun. Bahkan dalam 3 tahun terakhir saham UNVR bergerak negatif sebesar -10%. 

Kesimpulan:
Kinerja UNVR pada tahun 2019 memang kurang baik karena laba bersihnya yang menurun. Namun hal itu merupakan hal yang wajar karena adanya peningkatan laba bersih yang besar di tahun sebelumnya dan tidak ditopang peningkatan pendapatan yang signifikan. Harga saham UNVR terlihat mahal dan akan selalu mahal karena persepsi investor mengenai saham UNVR yang merupakan salah satu saham terbaik di BEI. Namun terbukti bahwa pasar lebih mementingkan kinerja dibandingkan dengan sebuah nama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar