Senin, 27 Januari 2020

Kalbe Farma (KLBF) Menargetkan Pertumbuhan Pendapatan 9% di Tahun 2020

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) optimistis bisnis tahun ini lebih baik dari tahun 2019 lalu. Tahun ini perseroan menargetkan lebih tinggi dari kinerja yang lalu dengan menargetkan pertumbuhan pendapatan sekitar 7-9% dibanding tahun lalu. Berikut ini adalah ulasan berita dan analisa sahamnya:

Kalbe Farma

Pertumbuhan yang Lebih Tinggi dari Tahun Lalu
Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk Vidjongtius mengatakan pihaknya memproyeksikan kondisi makroekonomi tahun ini memiliki prospek yang cukup bagus. Hal ini ditandai nilai tukar rupiah hingga saat ini terus bergerak positif. Sedangkan tahun lalu rupiah bergerak lebih lemah di atas Rp14.000 sementara bahan baku banyak yang impor. "Tahun lalu laba kami hanya tumbuh 2%. Kontrak seperti BPJS Kesehatan tidak mungkin direvisi pada tengah tahun. Tapi tahun ini kami optimistis laba di kisaran 3-5% tumbuhnya," ujar Vidjongtius akhir pekan lalu. Dari segi permintaan ia mengatakan terdapat optimisme pasar dari konsumen ritel. Hal ini juga didorong oleh pertumbuhan ekonomi yang diharapkan bisa konsisten di atas 5%. "Ini yang memberikan kita harapan bahwa 2020 ini lebih baik dibanding 2019," ujarnya.

Kontribusi dari BPJS Meningkat
Selain itu, perseroan memperkirakan adanya potensi pertumbuhan pendapatan dari kerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) sekitar kurang lebih 10% pada tahun ini. Namun demikian, ia belum bisa membeberkan nilai kontrak dengan BPJS pada tahun ini lantaran masih diproses. Segmen pasar BPJS menyumbang sekitar 15% dari total penjualan segmen usaha farmasi. Sementara itu, segmen usaha farmasi sendiri memiliki kontribusi sekitar 25% dari total pendapatan usaha KLBF. Untuk mengejar target, perseroan akan terus berupaya menjaga merek dari produk-produk KLBF agar tetap menjadi top of mind dalam masyarakat serta menggenjot penjualan produk-produk perseroan di berbagai marketplace yang ada. "Kami harus masuk ke jalur penjualan online karena konsumen generasi muda menggunakan itu. Ini demi menjaga pangsa pasar," ujarnya.

Valuasi dan Prospek Saham
Pertumbuhan yang lebih besar memang bagus untuk kedepannya namun investor perlu menganalisa valuasi harga saham dan prospek kedepannya terlebih dahulu. Dilihat secara valuasi maka saham KLBF memiliki nilai PER sebesar 28 dan PBV sebesar 4,6. Dilihat secara sekilas maka bisa dibilang bahwa saham KLBF cukup mahal. Namun valuasi yang mahal tersebut tidak memberikan indikasi bahwa saham KLBF bagus untuk investasi. Dalam beberapa tahun ini kinerja Kalbe Farma sangat lambat dengan pertumbuhan kurang dari 10% baik dari segi pendapatan dan laba bersih dalam 3 tahun terakhir dan hal ini membuat bahwa harga sahamnya memang sangat mahal dibandingkan dengan kinerjanya. Terbukti dalam 5 tahun terakhir saham KLBF memberikan imbal hasil negatif atau turun sebesar -10%. Harga yang mahal ini membuat saham KLBF sideways dan cenderung menurun dalam jangka panjang.

Kesimpulan:
Manajemen Kalbe Farma menargetkan pertumbuhan yang meningkat dari perolehan sebelumnya dengan menargetkan pertumbuhan di high single digit. Namun valuasi harga saham KLBF saat ini masih sangat mahal dan membuat kinerja tersebut masih belum menarik untuk investasi di saham KLBF. Hal itu akan sulit berubah dalam jangka panjang hingga KLBF menemukan kesempatan untuk meningkatkan pertumbuhan kinerjanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar