Kamis, 30 Januari 2020

Totalindo Eka Persada (TOPS) Membukukan Kerugian Pada Q3 2019

Setelah sekian lama belum merilis laporan keuangan, akhirnya PT Totalindo Eka Persada Tbk (TOPS) melaporkan laporan keuangan untuk Kuartal III 2019 dan hasilnya tidak begitu mengejutkan, perseroan mengalami kerugian.

Totalindo Eka Persada (TOPS)


Kinerja di Tahun 2019 Merugi
Totalindo Eka Persada (TOPS) mengalami rugi tahun berjalan Rp29,22 miliar hingga periode 30 September 2019 dibandingkan laba Rp85,58 miliar yang diraih pada periode sama tahun sebelumnya. Laporan keuangan perseroan Kamis menyebutkan, pendapatan turun menjadi Rp631,35 miliar dari Rp1,15 triliun dan laba kotor turun menjadi Rp198,33 miliar dari laba kotor Rp225,17 miliar tahun sebelumnya. Laba usaha turun menjadi Rp126,27 miliar dari laba usaha Rp221,07 miliar sedangkan laba sebelum pajak tercatat turun menjadi Rp19,57 miliar dari laba sebelum pajak Rp120,08 miliar. Total aset perseroan hingga periode 30 September 2019 mencapai Rp3,12 triliun turun dari total aset Rp3,37 triliun hingga periode 31 Desember 2018. 

Kinerja Di Luar Ekspektasi
Kinerja tahun 2019 diluar ekspektasi dimana pada awal tahun manajemen Totalindo Eka Persada (TOPS) menargetkan laba bersih tahun ini sebesar Rp200 miliar atau mengalami pertumbuhan sekitar 6,8 kali lipat dibandingkan akhir tahun lalu yang senilai Rp29,39 miliar. Sementara untuk pendapatan usaha, diharapkan tahun 2019 mampu mencapai Rp2 triliun atau tumbuh 37,3 persen dibandingkan tahun lalu yang tercatat senilai Rp1,45 triliun. Direktur Utama PT Totalindo Eka Persada Donald Sihombing menjelaskan, pendapatan dan laba bersih nanti akan ditopang oleh target kontrak baru tahun ini yang senilai Rp2,5 triliun. "Tahun 2018 perseroan berhasil mencatatkan kontrak baru senilai Rp1,624 triliun. Kami optimis untuk mencapai target kontrak baru tahun ini mengingat hingga akhir Mei 2019, pipeline kami telah mencapai Rp9,2 triliun," kata dia. Namun ternyata kinerja kontraktor ini diluar ekspektasi dan membukukan kerugian pada Q3 2019 lalu. Kendati belum laporan keuangan untuk setahun penuh namun diprediksi kinerja Totalindo Eka Persada tidak akan mencapai target yang dicanangkan di awal tahun 2019.

Perolehan Kontrak Baru Sesuai Ekspektasi
Meskipun kinerja kurang bagus namun ada hal positif pada kinerja Totalindo Eka Perkasa (TOPS) yaitu telah meraih kontrak baru senilai Rp2,3 triliun atau 91% dari target tahun ini yang Rp2,5 triliun. Direktur Utama Perseroan, Eka Persada Donald Sihombing meyakini bisa mencapai target kontrak baru di tahun 2020. Pasalnya sampai awal tahun depan perseroan masih mengikuti proses tender dengan pipeline sebesar Rp9 triliun dan pipeline tersebut bisa terus bertambah. "Perseroan mendapatkan penambahan kontrak baru di akhir Desember 2019 senilai Rp88 miliar untuk proyek apartemen 31 Sahid Sudirman Makassar," ujarnya

Saham Dipantau Oleh Bursa Efek Indonesia (BEI)
PT Bursa Efek Indonesia mencatat pergerakan saham Totalindo Eka Persada (TOPS) mengalami penurunan harga saham di luar kebiasaan atau Unusual Market Activity (UMA). Oleh sebab itu, maka BEI akan memantau pergerakan saham tersebut. “Dengan ini kami menginformasikan bahwa telah terjadi penurunan harga saham TOPS yang di luar kebiasaan (Unusual Market Activity),” tulis BEI pada keterbukaan informasinya, Kamis (9/1/2020). 

Walau mengalami UMA, Saham TOPS tidak menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal. Adapun, perusahaan terkait sudah memberikan penjelasan atas volatilitas pada tanggal 27 Desember 2019 kepada BEI. Totalindo Eka Persada (TOPS) juga telah memberikan informasi terbaru mengenai laporan bulanan registrasi pemegang efek pada 7 Januari 2020.

“Sehubungan dengan terjadinya Unusual Market Activity atas saham TOPS tersebut, perlu kami sampaikan bahwa Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini,” jelas dia. “Oleh karena itu para investor diharapkan untuk memperhatikan jawaban Perusahaan Tercatat atas permintaan konfirmasi Bursa serta mencermati kinerja Perusahaan Tercatat dan keterbukaan informasinya,” sambung BEI.

Kesimpulan
Kinerja TOPS pada Q3 2019 diluar ekspektasi karena targetnya yang ingin membukukan kinerja  pertumbuhan yang positif di tahun 2019. Namun untuk kontrak baru setidaknya kinerjanya masih sesuai ekspektasi. Namun saham TOPS memiliki pergerakan yang tidak wajar dimana harganya turun secara drastis dan saat ini masih dipantau BEI. Investor yang ingin membeli saham ini disarankan untuk wait and see karena berisiko tinggi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar