Rabu, 05 Februari 2020

Fitch Memberikan Peringkat BDMN dan ADMF di Rating BBB

Fitch Ratings telah mengafirmasi Peringkat Jangka Panjang Issuer Default Rating (IDR) PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) dan anak perusahaannya, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF), masing-masing di 'BBB'. Pada saat yang sama, Fitch Ratings Indonesia juga mengafirmasi Peringkat Nasional Jangka Panjang Danamon di 'AAA (idn)'. Outlook adalah Stabil.

Fitch Ratings Indonesia

Peringkat nasional ‘AAA’ menunjukkan peringkat tertinggi yang diberikan Fitch pada skala peringkat nasional untuk Indonesia. Peringkat ini diberikan kepada emiten atau surat utang dengan ekspektasi resiko gagal bayar yang terendah relatif terhadap emiten atau surat utang lainnya di Indonesia.

Peringkat Nasional ‘F1’ mengindikasikan kapasitas membayar komitmen keuangan secara tepat waktu paling kuat relatif terhadap emiten atau surat utang lainnya di Indonesia. Dalam skala peringkat nasional Fitch, peringkat ini diberikan kepada risiko gagal bayar terendah relatif terhadap yang lain di Indonesia. Apabila profil likuiditas secara spesifik kuat, tanda “+” ditambahkan kepada peringkat yang diberikan.

Faktor-Faktor Penggerak Peringkat
Peringkat Danamon didorong oleh ekspektasi Fitch atas dukungan luar biasa dari induk perusahaan berperingkat lebih tinggi, Mitsubishi UFJ Financial Group, Inc. (MUFG, A/Negatif/a), jika diperlukan. Ekspektasi ini didasarkan pada peran Danamon dalam memperluas kehadiran MUFG di Asia Tenggara dan kemampuan grup untuk mendukung anak perusahaannya. MUFG memiliki 94,1% saham Danamon bank terbesar kedelapan Indonesia berdasarkan aset pada akhir 9M19.

Fitch percaya bahwa MUFG memiliki kemampuan yang besar dan kecenderungan yang kuat dan meningkat untuk mendukung anak perusahaannya di Indonesia. Aset Danamon menyumbang kurang dari 1% dari aset konsolidasi induknya pada akhir 9M19, tetapi merupakan bagian penting dari strategi MUFG di luar Jepang, terutama di Asia Tenggara. Namun, resiko transfer dan konversi mata uang membatasi kemampuan anak perusahaan untuk menerima dukungan. Resiko ini tercermin dalam Country Ceiling Indonesia di 'BBB', yang membatasi Long-Term Foreign-Currency IDR Danamon.

Penilaian Fitch juga memperhitungkan sinergi yang masih terbatas antara induk dan anak perusahaan, perbedaan branding, dan kontribusi kecil Danamon terhadap waralaba MUFG secara keseluruhan - laba bersihnya hanya menyumbang 3% dari laba bersih konsolidasi MUFG selama 9M19.

Peringkat Viabilitas
Peringkat Viabilitas Danamon mencerminkan profil perusahaannya yang memuaskan, termasuk waralaba keuangan konsumen yang kuat melalui Adira Finance, kapitalisasi di atas rata-rata peer, profitabilitas yang memuaskan, profil pendanaan yang moderat, dan kualitas aset yang lebih lemah dari peer.

Danamon memiliki pangsa pasar sebesar 2,4% dari aset industri pada akhir 9M19. Bank beroperasi di seluruh segmen pasar ritel, UKM, dan korporat dan komersial. Pinjaman mass-market terutama disumbangkan oleh bisnis pembiayaan konsumen bank melalui Adira Finance, yang merupakan salah satu perusahaan pembiayaan konsumen terbesar di Indonesia.

Fitch percaya bahwa selera risiko Danamon lebih besar daripada peer-nya yang berperingkat lebih tinggi, sehingga kualitas asetnya yang lebih lemah dari peer. Rasio kredit bermasalah (NPL) 3,2% lebih tinggi dari rata-rata industri di 2,7%. Rasio pinjaman dalam perhatian khusus sebesar 11,5% juga jauh lebih tinggi dari rata-rata industry di 5,7%, meskipun mayoritas berkaitan dengan keterlambatan pembayaran di Adira Finance yang biasanya tidak menjadi NPL. Profil pendanaan Danamon lebih lemah daripada pesaingnya yang lebih besar, tercermin dalam ketergantungannya pada deposito berjangka berbiaya lebih tinggi (53% dari total dana pihak ketiga pada akhir 9M19; industri: 45%) dan rasio pinjaman / simpanan di atas peer sebesar 127% (industri : 94%) karena pinjaman jangka panjang yang cukup besar di Adira Finance, yang tidak diizinkan menerima dana pihak ketiga.

Namun, ini diimbangi oleh kapitalisasi diatas rata-rata, dengan rasio modal Tier-1 21,7% pada akhir-9M19 (rata-rata peer besar: 20,3%) dan profitabilitas memuaskan berasal dari margin bunga bersih yang tinggi (9M19: 8,5%, industri : 4,9%). Return on asset sebesar 1,9% sejalan dengan rata-rata industri di sekitar 2,0%.

Peringkat Anak Perusahaan yaitu Adira Finance
Adira Finance disamakan dengan Danamon, yang mencerminkan keyakinan Fitch bahwa anak perusahaan sangat mungkin akan menerima dukungan luar biasa dari bank dan, jika perlu, dari induk utamanya - MUFG - melalui Danamon. Peringkat tersebut mempertimbangkan kontribusi bisnis Adira Finance yang signifikan dan operasi terintegrasi dengan Danamon, kepemilikan mayoritas 92% Danamon, serta kemampuan MUFG yang cukup besar untuk mendukung anak perusahaannya.

Adira Finance adalah salah satu dari tiga perusahaan pembiayaan terbesar di Indonesia, dengan pangsa pasar sekitar 8,5% dalam piutang dikelola bersih industri. Adira Finance terutama menyediakan pembiayaan kendaraan dan portofolionya terdiversifikasi dengan baik, terdiri dari pembiayaan kendaraan baru dan bekas untuk berbagai merek di seluruh Indonesia.

Adira Finance adalah pendorong utama bisnis pinjaman ritel Danamon, dan Fitch berpendapat bahwa akan tetap demikian dalam jangka menengah. Perusahaan ini menyumbang sebagian besar pinjaman konsumen Danamon dan sekitar 54% dari pendapatan sebelum pajak konsolidasi bank pada 9M19.

Operasi bisnis Adira Finance terintegrasi erat dengan Danamon, dengan interaksi yang sering terjadi antara tim manajemen kedua entitas. Kedua entitas diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mewajibkan Adira Finance, sebagai perusahaan pembiayaan yang dimiliki bank, untuk beroperasi di bawah kerangka tata kelola perusahaan dan manajemen risiko yang terintegrasi dengan Danamon. Sekitar 42% dari piutang dikelola bersih Adira Finance dibiayai bersama oleh entitas induknya, dan target bisnis dan keuangannya dipandu dan dipantau oleh Danamon.

Penilaian dukungan Fitch juga mempertimbangkan ukuran Adira Finance relatif terhadap Danamon dan MUFG. Ekuitasnya menyumbang sekitar 17% dari ekuitas konsolidasi Danamon pada akhir 9M19, tetapi asetnya setara dengan hanya sekitar 1,4% dari ekuitas MUFG, yang menunjukkan bahwa dukungan yang diperlukan kemungkinan besar akan menjadi tidak material bagi induk utama.

Peringkat Obligasi
Peringkat program obligasi dan penerbitan obligasi Danamon adalah sama dengan Peringkat Nasional Jangka Panjang bank, sesuai dengan kriteria Fitch, karena obligasi tersebut merupakan kewajiban senior bank yang langsung dan tanpa jaminan dan mendapat peringkat yang sama dengan semua kewajiban senior tanpa jaminan lainnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar