Jumat, 17 April 2020

IEA: 50 Juta Orang Akan Kehilangan Pekerjaan Karena Jatuhnya Harga Minyak Dunia

Jatuhnya harga minyak bersejarah dari bulan lalu dapat menyebabkan sebanyak 50 juta kehilangan pekerjaan secara global di industri penyulingan minyak dan ritel, Reuters mengutip kepala Badan Energi Internasional (IEA). Perlu diketahui bahwa harga minyak dunia WTI saat ini berada di level US$ 20/bbl (16 April 2020) padahal di bulan Desember 2019 harga minyak WTI masih berada di level US$ 60/bbl itu artinya harga minyak dunia sudah anjlok -66% dalam 3 bulan terakhir ini. 

Harga Minyak Jatuh

Jatuhnya harga minyak berdampak buruk bagi konsumen, kata Direktur Eksekutif IEA Fatih Birol. Juga pada hari Jumat, Birol mengatakan bahwa ia telah melakukan panggilan dengan Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman, di mana keduanya "berbagi keprihatinan kami atas situasi di pasar minyak global."

“Saya menyampaikan harapan saya bahwa pada saat yang kritis ini, Arab Saudi dapat sekali lagi memainkan peran stabilisasi, melalui Presidensi G20,” tweet Birol pada hari Jumat, sehari setelah Arab Saudi menyerukan pertemuan darurat produsen OPEC + dan kelompok tambahan dari produsen untuk mencari solusi untuk jatuhnya harga dan meningkatnya kekenyangan global.

"Dampaknya akan terasa di seluruh rantai pasokan global minyak dan beriak ke bagian lain dari sektor energi," kata IEA pada hari Rabu. Menurut agen yang berbasis di Paris, beberapa produksi akan terhenti, pengurangan investasi akan menghantam industri, kilang juga akan berada di bawah tekanan besar, dan akan ada tekanan yang cukup besar di beberapa negara pengekspor minyak. Selain itu, jatuhnya harga dan jatuhnya permintaan akan berdampak pada sektor energi yang lebih luas, ekonomi global, dan perdagangan. “Perbandingan dengan periode gangguan sebelumnya di pasar minyak tidak bisa dihindari tetapi salah tempat. Industri minyak belum pernah melihat yang seperti 2020, "kata IEA.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar