Senin, 20 April 2020

META Mencatatkan Kenaikan Pendapatan Namun Mengalami Penurunan Laba Bersih di Tahun 2019

Berdasarkan laporan keuangan tahunan yang sudah dipublikasikan PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) meraih pendapatan sebesar Rp1,57 triliun hingga periode 31 Desember 2019 naik tajam dari pendapatan Rp781,77 miliar di periode sama tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh kenaikan pendapatan konstruksi yang meningkat dari Rp 108,92 miliar menjadi Rp 943,51 miliar.

Nusantara Infrastructure

Laporan keuangan perseroan yang dirilis pada hari Jumat menyebutkan, beban pokok naik jadi Rp1,16 triliun dari Rp330,66 miliar tahun sebelumnya dan laba bruto turun menjadi Rp415,58 miliar dari laba bruto Rp451,11 miliar. Laba usaha turun menjadi Rp261,15 miliar dari laba usaha Rp226,29 miliar dan laba sebelum pajak turun jadi Rp299,84 miliar dari laba sebelum pajak Rp329,15 miliar tahun sebelumnya. Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk turun jadi Rp143,81 miliar dari laba Rp179,65 miliar tahun sebelumnya. Total aset perseroan mencapai Rp5,08 triliun hingga 31 Desember 2019 naik dari total aset Rp4,31 triliun hingga 31 Desember 2018.

Analisa META
Saat ini harga saham META diperdagangkan dengan harga Rp 99/lembar yang mencerminkan PER sebesar 12,2 dan PBV sebesar 0,55. Bila dilihat sekilas maka laporan keuangan META cukup baik dengan adanya kenaikan pendapatan yang pesat namun karena beban pokok yang juga meningkat pesat maka laba bruto menjadi turun yang pada akhirnya menurunkan juga laba akhir dari META dan hal itu sering terjadi pada kontraktor karena beban yang besar selalu mengiringi proses konstruksi. 

Selain itu META juga memiliki pendapatan usaha seperti penyewaan jalan tol, penjualan listrik dan penjualan air yang bisa dikategorikan sebagai pendapatan berulang/recurring income. Porsi dari pendapatan ini mencapai 40,1% pada tahun 2019. Namun pendapatan tersebut turun dari Rp 672,84 miliar menjadi Rp 630,17 miliar pada tahun 2019. Selain itu pendapatan yang bergantung besar pada konstruksi menyebabkan pendapatan tersebut sulit untuk diandalkan mengingat saat ini Indonesia sedang dilanda pandemi Covid-19 yang kemungkinan besar akan membuat proyek konstruksi tertunda atau menjadi tidak penting. Selain itu pendapatan berulang dari jasa jalan tol juga kurang dapat diandalkan mengingat perjalanan jalan tol akan sangat terbatas di tahun ini sehingga pendapatan META dapat menurun baik yang berulang maupun tidak di tahun 2020 ini. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar