Minggu, 19 April 2020

Pemerintah Memprediksi Kasus Covid-19 di Indonesia Akan Menembus 106 Ribu

Gugus Tugas Covid-19 menyampaikan prediksi kasus positif virus Corona di Indonesia akan mencapai 106 ribu saat puncak wabah di bulan Juli. Pemerintah menegaskan telah melakukan segala upaya untuk memutus rantai penyebaran virus tersebut.

Achmad Yurianto Menyampaikan Info Covid-19

"Semua arahan untuk memutus penularan sudah dilakukan. Mulai social distancing/physical distancing, tetap di rumah, pakai masker, sampai PSBB," kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto saat dihubungi, Minggu (19/4/2020).

Yuri mengatakan meski semua upaya telah dilakukan pemerintah, masyarakat tetap berperan dalam memutus rantai penyebaran virus. Menurutnya, jumlah kasus positif di Indonesia bisa ditekan tergantung dari kepatuhan masyarakat mematuhi anjuran pencegahahn virus Corona dari pemerintah. "Tinggal bagaimana kepatuhan dan pelaksanaannya oleh masyarakat," ujarnya.

Yuri mengatakan jumlah kasus positif dalam prediksi itu merupakan angka akumulasi semua kasus yang terkait virus Corona. Artinya, jumlah yang diprediksi itu termasuk pasien yang positif, meninggal, dan sembuh. "Ini angka akumulasi. Cara bacanya seperti data kemarin, angka lebih dari 6 ribuan artinya bukan kemarin yang sakit 6 ribuan. Tetapi jumlah yang total sakit sampai kemarin 6 ribuan, ada yang sudah sembuh dan ada yang meninggal," jelas Yuri.

Sebelumnya, Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyampaikan prediksi para ilmuwan mengenai momentum puncak wabah virus Corona di dalam negeri. Para ilmuwan memprediksi puncak itu terjadi mulai Mei hingga Juli, angka positif Covid-19 bisa mencapai 106 ribu kasus. "Dan kami mempercayai bahwa puncak dari pandemi ini di Indonesia akan dimulai pada awal Mei dan akan terus berlangsung sekitar awal Juni," tutur Wiku menggunakan bahasa Inggris dalam video akun YouTube resmi Sekretariat Presiden, Jumat (17/4/2020).

Dia menyebut angka kumulatif kasus positif Covid-19 pada puncak wabah bakal mencapai 95 ribu kasus. Namun kemudian dia juga menyebut angka yang lebih dari 95 ribu kasus diprediksi terjadi pada Juni atau Juli. "Angka kasus selama puncak secara kumulatif adalah 95 ribu kasus. Sedangkan selama Juni dan Juli, kasus terkonfirmasi secara kumulatif akan mencapai 106 ribu kasus," tutur Wiku.

Pemerintah Mengevaluasi Kebijakan
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan pemerintah Indonesia terus mengevaluasi kebijakan penanganan Covid-19 setiap hari guna memberikan dampak lebih maksimal dalam upaya melawan pandemi.

"Setiap hari kami mengevaluasi kebijakan, mencoba membuatnya dapat diterapkan dan memberikan dampak lebih dalam upaya melawan virus," ujar Retno. Menlu mengatakan kebijakan yang diambil pemerintah selalu didasari relevansi dan karakter kebudayaan, kondisi demografi dan ekonomi.

Retno juga menyampaikan kembali pernyataan Presiden Joko Widodo bahwa tidak ada kebijakan atau formula yang dapat diimplementasikan secara pas bagi semua negara. Covid-19 merupakan tantangan semua negara tanpa terkecuali. Hal terpenting dilakukan saat ini adalah belajar dari pengalaman negara-negara lain. "Diperlukan kerja sama antara setiap warga negara untuk menjalankan sejumlah fokus prioritas, yakni mengatasi pandemi, memitigasi dampak ekonomi dan melindungi warga negara," ujarnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar