Jumat, 17 April 2020

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Bisa Negatif Karena Covid-19

Menteri Keuangan Sri Mulyani kembali memaparkan prediksi-prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini dampak pandemi virus corona atau Covid-19. Menurut Sri Mulyani, dengan menyebarnya Covid-19 terutama di negara relatif maju ekonominya, maka pertumbuhan ekonomi dunia mengalami dampak negatif.

Dampak Virus Corona

"Karena negara maju menyumbang share terhadap pertumbuhan ekonomi dunia sangat besar seperti AS, Eropa, Jepang bahkan China," kata Sri Mulyani dalam telekonferensi, Jakarta, Jumat (17/4/2020).

Sri Mulyani menjelaskan, berbagai lembaga internasional, seperti IMF memproyeksi pertumbuhan ekonomi global akan mengalami kontraksi 3%, dibanding prediksi Januari lalu yang 3,3%. "Ini turun dalam satu kuartal turun 6% dari GDP dunia," ujarnya.

Sementara, World Bank dan ADB mengestimasi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini sebesar 2,1%. Dengan kondisi terburuk, ekonomi Indonesia bisa tumbuh minus 2,1% hingga 3,5%. "Moodys 3%, ADB 2,5% dan IMF lebih dalam estimasi ekonomi di Indonesia yaitu 0,5%," ujarnya. Sementara, pada tahun 2021, pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa pulih, dengan estimasi World Bank mencapai 5,2%-5,6%. ADB memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 5%, Moodys 4,3%.

"Sisi IMF mereka sampaikan rebound atau recovery yang akan sangat cepat pada 2021, apabila dilakukan langkah-langkah tepat untuk bisa mencegah pemburukan ekonomi dan mengembalikan perekonomian di masing-masing negar. Hampir semua negara recovery 2021. Ini tentu prediksi yang optimis mengenai kemampuan semua ekonomi pasca covid," katanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar