Sabtu, 23 Mei 2020

Bank Indoneisa Mempertahankan Suku Bunga di 4,5%

Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan 7-Day Reverse Repo Rate sebesar 4,5% dalam Rapat Dewan Gubernur periode 18-19 Mei 2020.

Suku Bunga BI

"Keputusan ini mempertimbangkan perlunya menjaga stabilitas nilai tukar di tengah ketidakpastian pasar keuangan global," kata Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo.

Bank Indonesia juga memutuskan untuk mempertahankan suku bunga deposit facility dan lending facility sebesar 3,75 persen dan 5,25 persen. Dalam kesempatan ini, Bank Indonesia ikut melihat ada ruang penurunan suku bunga seiring dengan rendahnya tekanan inflasi dan perlunya mendorong pertumbuhan ekonomi pada 2020.

Bank Indonesia juga akan terus memperkuat bauran kebijakan yang diarahkan untuk memitigasi penyebaran COVID-19, menjaga stabilitas pasar uang dan sistem keuangan serta bersinergi dengan pemerintah dan otoritas terkait dalam mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

Bank Indonesia (BI) memprediksi pertumbuhan ekonomi global negatif -2,2% pada 2020. Hal itu disampaikan oleh Gubernur BI, Perry Warjiyo dalam pembacaan hasil rapat Dewan Gubernur (RDG) BI sevara virtual, Selasa (19/5).

Lanjutnya, Perry memprediksi bahwa pertumbuhan ekonomi dunia diperkirakan kembali meningkat pada 2021 menjadi 5,2 persen, didorong dampak positif stimulus kebijakan yang ditempuh banyak negara. Di saat bersamaan, Ketidakpastian pasar keuangan global juga mulai mereda.

"Tekanan nilai tukar pada kondisi ini secara perlahan mendorong mulai berkurangnya intensitas aliran modal keluar dari negara berkembang, kemudian diikuti dengan menurunnya nilai tukar mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia," jelasnya.

Sebelumnya, pandemi covid-19 juga mempengaruhi pertumbuhan ekonomi domestik, di mana pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Kuartal I 2020 tercatat tumbuh 2,97%, melambat dibandingkan pertumbuhan triwulan sebelumnya sebesar 4,97%.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar