Senin, 18 Mei 2020

Erick Thohir: Karyawan BUMN Mulai Bekerja Kembali Pada 25 Mei

Menteri BUMN Erick Thohir menerbitkan surat edaran kepada seluruh Direktur Utama BUMN No S-336/MBU/05/2020 tertanggal 15 Mei 2020 tentang antisipasi skenario New Normal Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Erick Thohir

Menteri BUMN Erick Thohir dalam suratnya itu memerintahkan Direktur Utama BUMN untuk menjalankan tahapan The New Normal mulai 25 Mei 2020.

Mulai 25 Mei 2020 seluruh karyawan BUMN yang berusia 45 tahun ke bawah mesti kembali masuk kantor. Sementara untuk karyawan dengan usia di atas 45 tahun masih menjalankan work from home.

Masih menurut surat itu, untuk sektor Industri & Jasa bisa kembali dibuka pada 25 Mei 2020 dengan membuka cabang secara terbatas dengan pengaturan jam masuk, batasan kapasitas, pembukaan pabrik, pengolahan, pembangkit, dan hotel dengan sistem shifting dan pembatasan karyawan masuk.

"Mall belum diperbolehkan buka, dilarang berkumpul. Sedangkan sektor kesehatan full operasi sesuai kapasitas dan sistem kesehatan," tulis surat edaran Menteri BUMN Erick Thohir, Jumat 15 Mei 2020.

Pemerintah Mulai Melonggarkan Aturan
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta masyarakat berdamai dengan virus corona (COVID-19). Hal tersebut ditegaskannya kembali dalam Twitternya @jokowi pada Sabtu. Mengutip WHO, ia mengatakan bahwa kita harus hidup berdampingan dengan COVID-19. Alasannya karena virus ini tak akan segera menghilang dan tetap ada di tengah masyarakat.

Meski begitu, ia menuturkan berdampingan bukan berarti masyarakat diminta menyerah. "Tapi menyesuaikan diri," tulisnya dalam akun media sosial itu. Dikatakannya ini adalah titik tolak menuju tatanan kehidupan baru masyarakat. "Untuk dapat beraktivitas kembali sambil tetap melawan ancaman COVID-19 dengan menerapkan protokokol kesehatan secara ketat," katanya lagi.

Ia pun mengatakan pemerintah terus memperhatikan data dan fakta di lapangan untuk menentukan periode terbaik bagi masyarakat agar kembali produktif namun tetap aman dari Covid-19. "Keselamatan masyarakat tetap harus menjadi prioritas," tulisnya lagi.

Indonesia mencatat lebih dari 17.000 total kasus positif, 3.900 orang sembuh dan 1.090 orang meninggal dunia. Kasus ODP di Indonesia kini ada 269.449 dan sebagian besar sudah selesai dipantau. Sedangkan kasus PDP kini ada 35.069 orang. Setidaknya ada 386 kabupaten dan kota yang terdampak COVID-19 di seluruh provinsi di Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar