Kamis, 28 Mei 2020

Skenario Normal Baru Akan Dilakukan Bertahap

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan tatanan normal baru yang produktif dan aman COVID-19 di Indonesia akan dilakukan secara bertahap.

Normal Baru
"Pemerintah mendesain program bersamaan dalam rangka pemulihan ekonomi, yaitu penyesuaian dengan COVID-19 secara bertahap untuk setiap fase pembukaan ekonomi, kemudian dalam program bersamaan adalah menyiapkan pemulihan ekonomi nasional (PEN) sesuai dengan Peraturan Pemerintah No 23 Tahun 2020," kata Airlangga di kantornya di Jakarta, Rabu.

Airlangga menyampaikan hal tersebut seusai mengikuti rapat terbatas dengan tema "Persiapan Pelaksanaan Protokol Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman COVID-19" dan "Percepatan Penanganan Pandemi COVID-19" yang dipimpin Presiden Joko Widodo melalui "video conference".

"Tahapan-tahapan tersebut sangat memperhatikan dimensi kesehatan yaitu perkembangan penyakit, pengawasan virus, kapasitas layanan kesehatan dan dimensi kesiapan sosial ekonomi, protokol-protokol untuk setiap sektor, wilayah dan transportasi yang terintegrasi dengan yang lainnya," tambah Airlangga.

Menurut Airlangga, berbagai sektor telah mempersiapkan protokol-protokol tatanan normal baru.

"Di antaranya ada persyaratan yang kami sebut sebagai syarat perlu melihat perkembangan COVID-19, pengawasan virus, kapasitas layanan kesehatan, kesiapan dunia usaha, respons dari publik. Kemudian protokol baru juga terkait kebersihan tangan menggunakan sabun, menggunakan masker, menerapkan 'physical distancing', isolasi mandiri, pengecekan suhu, dan lainnya," tambah Airlangga.

Pemerintah juga melihat kesiapan dari masing-masing daerah apakah sudah dapat menerapkan tatanan normal baru misalnya dengan mengacu pada angka "reproduction rate" Rt dan R0.

"Di Jawa terlihat di Jawa Tengah, Bali, DKI Jakarta, dan DI Yogyakarta trennya sudah relatif menurun di bawah 1 dalam tracking 3 bulan terakhir, untuk Sumatera seperti di Aceh, Sumatera Barat, Bangka Belitung, Kepulauan Riau, dan Riau juga angkanya sudah di bawah 1 dan trennya sudah menurun," ungkap Airlangga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar