Rabu, 17 Juni 2020

Defisit APBN Indonesia Hingga Mei 2020 Mencapai Rp 179,6 Triliun

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyebutkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dari Januari hingga Mei 2020 telah mencapai Rp179,6 triliun atau 1,1% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Defisit APBN
Sri Mulyani menyatakan defisit tersebut merupakan 21,1% terhadap pagu APBN dalam Perpres 54/2020 yang sebesar Rp852,9 triliun atau 5,07% terhadap PDB.

"Ini berarti terjadi kenaikan defisit 42,8% karena kelihatan seluruh penerimaan mengalami kontraksi," kata Sri Mulyani dalam konferensi APBN KiTa di Jakarta, Selasa.

Sementara itu pemerintah akan memperlebar defisit anggaran menjadi 6,34% terhadap PDB atau sebesar Rp1.039,2 triliun pada Rancangan APBN-Perubahan 2020 dari asumsi sebelumnya sebesar 5,07% PDB atau Rp852,9 triliun.

Sri Mulyani mengatakan hingga akhir Mei 2020 realisasi pendapatan negara baru mencapai Rp664,3 triliun atau 37,7% dari target sesuai Perpres 54 tahun 2020 sebesar Rp1.760,9 triliun.

Realisasi pendapatan negara itu mengalami kontraksi hingga 9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yaitu sebesar Rp730,1 triliun atau telah mencapai 37,3% dari target APBN 2019 Rp1.958,6 triliun.

Kontraksi pada pendapatan negara salah satunya ditunjang oleh realisasi penerimaan perpajakan yang hanya mampu mencapai Rp526,2 triliun atau 36% dari target dan turun 7,9% dibandingkan Mei 2019.

Realisasi penerimaan perpajakan terkontraksi karena pendapatan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mengalami tekanan hingga 10,8% menjadi Rp444,6 triliun pada Mei tahun ini dibandingkan tahun lalu Rp498,5 triliun.

Meski demikian penerimaan perpajakan dari sisi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) mampu tumbuh 12,4% menjadi Rp81,7 triliun.

Kontraksi pada penerimaan negara juga ditunjang oleh realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang turut mengalami penurunan 13,6% dibanding tahun lalu yaitu hanya Rp136,9 triliun dan baru 46% dari target Perpres 54 tahun 2020 Rp297,8 triliun.

Sementara untuk belanja negara telah terealisasi Rp843,9 triliun atau 32,3% dari target perubahan APBN dalam Perpres 54/2020 yaitu Rp2.613,8 triliun hingga akhir Mei 2020. Realisasi belanja negara itu menurun 1,4% dibandingkan periode sama pada 2019 yaitu mencapai Rp855,9 triliun yang tumbuh 9,8% dari realisasi April 2018 dan 37,1% dari pagu APBN.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar