Kamis, 09 Juli 2020

Analisa Fundamental

Analisa fundamental pada saham adalah metode untuk mengukur nilai intrinsik dari suatu sekuritas (dalam hal ini saham) dengan melihat dari faktor ekonomi dan keuangannya. Analisa fundamental menganalisa semua hal yang dapat mempengaruhi nilai dari suatu saham secara ekonomi, mulai dari makroekonomi seperti keadaan ekonomi negara dan industrinya hingga mikroekonomi seperti efisiensi dari management dalam mengelola perusahaan. 

Analisa Fundamental
Tujuan Analisa Fundamental
Tujuan akhir analisa fundamental adalah untuk mendapatkan angka yang dapat digunakan investor untuk mengukur harga saham yang diperdagangkan dengan nilai intrinsiknya dan memperoleh asumsi apakah sahamnya mahal atau murah dibandingkan dengan harga pasar saat ini. Bila investor menyimpulkan bahwa nilai intrinsik suatu saham lebih besar daripada nilai pasar saat ini maka sahamnya bisa menjadi kandidat untuk dibeli untuk investasi. Metode analisa fundamental sangat berbeda dengan metode analisa teknikal, yang memperkirakan pergerakan saham dengan indikator pergerakan saham di masa lalu dan volume perdagangannya.

Semua analisa pada saham mencoba untuk menentukan apakah suatu saham tepat dinilai oleh pasar saham. Analisa fundamental seringkali dilakukan dari pandangan makro dan mikro untuk mendapatkan saham yang dinilai salah oleh pasar. Para analis saham menganalisa ekonomi secara umum dan kekuatan dari industri sebelum fokus terhadap suatu perusahaan hingga menghasilkan nilai wajar dari sahamnya.

Menggunakan Data Publik
Analisa fundamental menggunakan data publik yang ada secara umum untuk mengevaluasi nilai dari sebuah saham atau sekuritas yang lain. Sebagai contoh, seorang investor dapat melakukan analisa fundamental pada sebuah surat hutang dari melihat faktor ekonomi seperti suku bunga dan keadaan umum ekonomi lalu mempelajari informasi mengenai penerbit hutangnya seperti potensi perubahan peringkat kreditnya.

Dalam saham, analisa fundamental menggunakan pendapatan, laba/keuntungan, pertumbuhan di masa depan, Return On Equity (ROE), Profit margin dan data lain untuk menentukan nilai dari perusahaan dan potensi pertumbuhannya di masa depan. Semua data tersebut terdapat dalam laporan keuangan perusahaan.

Analisa fundamental sangat sering digunakan pada saham, namun metode tersebut juga bisa digunakan untuk menilai berbagai sekuritas dari surat hutang hingga derivatif. Bila anda menganalisa dari segi ekonomi hingga mempelajari bisnis perusahaan, anda melakukan analisa fundamental.

Rekomendasi Analis
Analis bekerja untuk menentukan nilai dari sebuah saham berdasarkan data publik yang tersedia. Nilai tersebut hanyalah sebuah perkiraan yang merupakan opini dari analis tentang berapa harga nilai saham yang semestinya dibandingkan dengan harga yang diperdagangkan pada pasar saat ini. Nilai yang diberikan analis bisa dikatakan sebagai nilai intrinsik menurut analis yang memperkirakannya.

Bila analis menilai bahwa nilai intrinsik saham lebih tinggi dibandingkan dengan nilai pasar saat ini, sahamnya dinilai murah dan mereka akan memberikan peringkat buy atau overweight pada sahamnya. Ini seperti sebuah rekomendasi bagi investor yang mengikuti analis tersebut. Bila analis menilai bahwa nilai intrinsik saham lebih rendah dibandingkan harga pasar saat ini, sahamnya dinilai mahal dan peringkat sell atau underweight akan diberikan.

Melihat kata fundamental sendiri menyatakan bahwa kata tersebut bisa meliputi semua yang berkaitan dengan keadaan ekonomi sebuah perusahaan. Hal yang tentu ada adalah pendapatan dan laba namun dapat juga hal lain seperti pangsa pasar perusahaan dan kualitas dari manajemnennya. Faktor fundamental dapat dibagi menjadi dua kategori yaitu kuantitatif dan kualitatif. Arti dari kedua kata tersebut tidaklah berbeda dari arti standardnya yaitu kuantitatif merupakan sesuatu yang dapat dihitung dengan angka sedangkan kualitatif adalah hal yang diukur dari kualitas atau sifat yang tidak diukur dengan angka.

Secara kasarnya fundamental secara kuantitatif merupakan angka-angka. Ini bisa digunakan dalam mengukur kondisi dari sebuah bisnis. Itulah mengapa sumber terbesar dari data kuantitatif adalah laporan keuangan dimana pendapatan, laba, aset dan data lain dapat dihitung dengan akurat.

Fundamental Kualitatif yang Layak Diperhatikan
Fundamental secara kualitatif lebih sulit diukur dengan angka. Contohnya adalah kualitas direksi yang menjabat, popularitas dari brand, hak paten dan teknologi yang dimiliki. Kedua jenis tersebut tidak ada yang lebih baik dari yang lain, analis menggunakannya secara setara.

Terdapat empat kunci fundamental yang analis nilai dari sebuah perusahaan. Jenisnya adalah
  1. Model bisnis: Bisnis apa yang dilakukan perusahaan? Bagaimana perusahaan mendapatkan keuntungan?
  2. Kekuatan Persaingan: Kesuksesan jangka panjang sebuah perusahaan didorong oleh kemampuannya dalam menjaga kekuatan persaingan. Contoh kekuatan yang sangat besar itu adalah seperti perusahaan Apple yang memiliki brand terkenal sehingga orang-orang terus ingin membelinya meskipun harganya mahal dan Facebook yang mendominasi media sosial dengan pengguna terbanyak membuat media sosial lain tidak dapat masuk dan mengambil penggunanya.
  3. Manajemen: Beberapa orang menilai bahwa manajemen merupakan kriteria terpenting dalam berinvestasi pada sebuah perusahaan. Hal ini masuk akal karena bahkan perusahaan yang memiliki model bisnis terbaik bisa hancur apabila pemimpinnya gagal dalam menjalankan rencana. Walaupun cukup sulit investor retail dalam bertemu dan menilai manajer, investor retail dapat melihat website perusahaan dan menganalisa resume dari direksi. Bagaimana kinerjanya dalam jabatannya? Apakah mereka menjual banyak sahamnya beberapa waktu ke belakang?
  4. Tata Kelola Perusahaan: Tata kelola perusahaan menjelaskan mengenai kebijakan yang diterapkan dalam organisasi yang berkaitan dengan hubungan dan kewajiban antara manajemen dan pemangku kepentingan. Kebijakan ini menentukan aturan dalam perusahaan dan transparasi dari pihak manajemen. Investor tentu ingin melakukan bisnis dengan perusahaan yang menjalankan etika yang baik, adil, transparan dan efisien. Terutama mengenai apakah manajemen menghormati hak dari pemegang saham dan berada di pihak pemegang saham. Pastikan komunikasi mereka kepada pemegang saham transparan, jelas dan dapat dimengerti. Apabila tidak demikian, mungkin memang mereka tidak menginginkan yang demikian.

Terdapat pula hal penting untuk diperhatikan yaitu industri atau sektor perusahaan, jenis konsumennya, pangsa pasar dengan perusahaan lain, pertumbuhan industri, kompetisi, regulasi dan siklus bisnis. Mempelajari kondisi industri membuat investor dapat membandingkan kinerja perusahaan dibandingkan industri secara umum apakah dibawah rata-rata (buruk) atau diatas rata-rata (bagus).

Fundamental Kuantitatif yang Layak Diperhatikan pada Laporan Keuangan
Laporan keuangan merupakan media dimana sebuah perusahaan memberikan informasi yang berkaitan dengan kinerja keuangannya. Penganut analisa fundamental menggunakan informasi kuantitatif dari laporan keuangan untuk membuat keputusan investasi. Tiga hal yang penting dalam laporan keuangan adalah laporan posisi keuangan, laporan laba rugi dan laporan arus kas. 

Laporan Posisi Keuangan
Laporan posisi keuangan menunjukkan catatan dari aset, liabilitas dan ekuitas perusahaan pada waktu tertentu (kuartal atau setahun penuh). Laporan posisi keuangan mencerminkan keadaan keuangan perusahaan yang memiliki struktur seperti berikut:

Aset - Liabilitas = Ekuitas

Aset menunjukkan sumber daya yang perusahaan miliki. Ini termasuk uang kas, peralatan, mesin-mesin dan bangunan. Dua hal lain seperti liabilitas dan ekuitas merupakan nilai yang dimiliki perusahaan untuk mendapatkan asetnya. Liabilitas menunjukkan hutang atau beban yang harus dibayarkan, sedangkan ekuitas menunjukkan total nilai yang dimiliki pemilik perusahaan untuk mendukung bisnisnya, hal itu termasuk laba yang ditahan, dimana laba dihasilkan dari tahun-tahun sebelumnya yang diinvestasikan kembali ke bisnis perusahaan.

Laporan Laba Rugi
Ketika laporan posisi keuangan menunjukkan sumber daya yang dimiliki perusahaan, laporan laba rugi mengukur kinerja perusahaan dalam waktu tertentu. Biasanya laporan laba rugi perusahaan terbuka dibuat secara kuartalan atau tahunan. Laporan laba rugi menunjukkan informasi mengenai pendapatan, pengeluaran, dan laba yang dihasilkan dari operasi bisnis dalam periodenya.

Laporan Arus Kas
Laporan Arus Kas menunjukkan informasi mengenai masuk keluarnya kas dalam periodenya. Umumnya laporan arus kas berfokus pada aktivitas yang berkaitan dengan kas (uang) seperti:
Arus Kas dari Kegiatan Operasi: Kas yang dihasilkan dari operasi harian bisnis perusahaan.
Arus Kas dari Kegiatan Investasi: Kas yang digunakan untuk membeli aset dan juga penjualan sebuah bisnis, peralatan atau aset jangka panjang.
Arus Kas dari Kegiatan Pendanaan: Kas yang dihasilkan dari penerbitan pinjaman (meminjam).

Laporan arus kas sangat penting karena sangat sulit bagi perusahaan untuk memanipulasi aliran arus kasnya. Banyak akuntan nakal yang memanipulasi laba bersihnya namun sangat sulit untuk memanipulasi kas (uang) di bank. Karena alasan ini, beberapa investor menggunakan laporan arus kas sebagai tindakan konservatif dalam menilai kinerja perusahaan.

Konsep Nilai Intrinsik
Salah satu asumsi dalam analisa fundamental adalah bahwa harga saham yang ada di pasar tidak secara penuh menunjukkan nilai perusahaan dari data publik yang ada seperti laporan keuangan misalny. Asumsi lainnya adalah bahwa nilai dari data fundamental perusahaan lebih mendekati nilai sebenarnya dari saham.

Para analis mengatakan nilai asumsi ini sebagai nilai intrinsik. Meskipun dikatakan nilai intrinsik namun nilai tersebut hanyalah merupakan sebuah opini dari analis dan pasar tidak selalu akan mengikuti nilai intrinsik tersebut. Analis menggunakan berbagai macam cara untuk mendapatkan nilai intrinsik dari sebuah saham. Oleh karena itu tidak ada satupun rumus yang diterima semua pihak untuk mendapatkan nilai intrinsik saham. Cara analis A bisa berbeda dengan cara analis B dalam menentukan nilai intrinsik dari sebuah saham yang sama dan ini juga akan menghasilkan nilai intrinsik yang berbeda dari kedua analis tersebut.

Sebagai contohnya, sebuah saham perusahaan diperdagangkan di harga Rp 1000 dan setelah penelitian yang panjang pada perusahaan, seorang analis memperkirakan bahwa nilai intrinsiknya sebesar Rp 1400. Analis yang lain melakukan penelitian sendiri dan memperkirakan nilai intrinsiknya sebesar Rp 1200. Kebanyakan investor akan mengambil jalan tengah dengan merata-ratakan hasilnya dan berasumsi bahwa nilai intrinsiknya sebesar Rp 1300. Seringkali investor menganggap penting perkiraan tersebut karena mereka ingin membeli saham yang diperdagangkan jauh lebih rendah dari nilai intrinsiknya.

Investor membeli saham yang harga pasarnya lebih rendah dibandingkan nilai intrinsiknya karena asumsi lain analisa fundamental yaitu 'Dalam jangka panjang, pasar saham akan mengikuti fundamentlnya'. Masalahnya adalah tidak ada yang tahu seberapa lama harga pasar akan menuju harga intrinsiknya, bisa saja dalam harian atau hingga tahunan.

Inilah pengertian analisa fundamental, dengan menganalisa bisnisnya seorang investor dapat memperkirakan nilai intrinsik dari sebuah perusahaan dan mendapatkan kesempatan dalam membeli pada harga diskon di pasar. Investasinya akan menghasilkan keuntungan ketika pasar mencerminkan nilai fundamental sebenarnya.

Kritik Pada Analisa Fundamental
Kritik terbesar yang bertentangan dengan analisa fundamental berasal dari dua konsep yang lain yaitu analisa teknikal dan hipotesis pasar efisien.

Analisa Teknikal
Analisa teknikal merupakan metode analisa yang lain dalam menganalisa sebuah sekuritas (saham). Sederhananya, pengguna analisa teknikal mendasarkan investasi mereka (atau lebih tepatnya trading/perdagangan) dengan pergerakan harga dan volume dari saham. Dengan menggunakan grafik atau indikator lainnya, mereka berdagang dengan mengikuti momentum/trend dan menghiraukan fundamental.

Salah satu asumsi dari analisa teknikal adalah bahwa pasar mendiskon semuanya. Semua kabar mengenai perusahaan sudah ada pada harga sahamnya. Jadi pergerakan harga saham memberikan informasi yang lebih banyak dibandingkan fundamental dari bisnisnya sendiri.

Hipotesis Pasar Efisien
Pengikut dari hipotesis ini seringkali tidak sejalan dengan analisa fundamental dan analisa teknikal. Hipotesis pasar efisien mengasumsikan bahwa tidaklah mungkin untuk mengalahkan pasar dengan menggunakan analisa fundamental ataupun teknikal. Hal itu karena pasar sudah sangat efisien dalam memberikan harga pada semua saham dalam semua waktu, semua kesempatan yang ada sudah dihabiskan oleh para pelaku pasar, membuatnya tidak mungkin untuk semua orang untuk mengalahkan pasar dalam jangka panjang. Namun faktanya dalam sejarah hal ini tidaklah demikian karena terdapat perusahaan-perusahaan yang harga sahamnya meningkat jauh lebih besar dibandingkan pasar dalam jangka panjang. Peter Lynch, seorang manajer reksa dana yang legendaris telah mengalahkan pasar selama 13 tahun menggunakan analisa fundamental.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar