Senin, 06 Juli 2020

Analisa Saham ASII 2020

Pada artikel ini akan membahas analisa saham ASII (PT Astra Internasional Tbk.) dimana saat ini harga saham ASII berada pada 4.850/lembar. Perlu diketahui bahwa harga saham ASII sudah turun besar sejak awal tahun yang tadinya mencapai rata-rata 6.900 turun hingga ke level 4.850 seperti sekarang. Hal itu karena saham ASII sangat terdampak oleh pandemi virus corona dimana bisnis ASII berada pada industri berat seperti otomotif dan alat berat pertambangan yang mana sektor tersebut sangat terpuruk dalam masa pandemi seperti ini. Berikut ini adalah analisa saham ASII berdasarkan analisa secara fundamental:

Astra Internasional
Model Bisnis yang Membutuhkan Ekonomi Stabil
Banyak investor khawatir akan dampak signifikan dari pandemi terhadap bisnis ASII yang mengutamakan pada modal yang besar serta ekonomi yang stabil, karena tentunya orang akan menunda membeli mobil disaat ekonomi yang sulit dan alat berat pertambangan akan sulit terjual ditengah penurunan harga komoditas. Hal itulah yang menyebabkan kekhawatiran dari investor yang memegang saham ASII yang kemudian menjual sahamnya dan menyebabkan panic selling pada saham ini. Secara garis besar bisnis otomotif dan pertambangan menyumbang 89,7% pendapatan perusahaan di tahun 2019 dimana sektor otomotif menyumbang Rp 104,8 triliun dan alat berat pertambangan sebesar Rp 84,4 triliun dari total pendapatan konsolidasi ASII sebesar Rp 237,1 triliun. Jadi apabila terjadi masalah terhadap kedua sektor tersebut maka akan menjadi masalah besar bagi perusahaan karena kontribusinya yang sangat besar terhadap pendapatan perusahaan Astra. 

Saat ini pasar otomotif sedang sangat lesu karena pandemi COVID-19 membuat orang-orang menunda untuk membeli mobil baru. Di masa pandemi yang disertai krisis ekonomi seperti ini masyarakat akan menunda untuk membeli barang yang bukan merupakan kebutuhan utama seperti mobil misalnya. Kalaupun butuh, ekonomi yang buruk membuat orang lebih memilih membeli mobil bekas yang jauh lebih murah dibandingkan dengan mobil baru apabila masyarakat sangat membutuhkan untuk membeli mobil. Hal ini terbukti dengan penurunan penjualan mobil pada bulan Mei 2020 dimana ASII hanya mampu menjual 3.551 unit mobil baru dibandingkan 84.109 unit mobil pada Mei 2019 atau turun -95%. Jadi di sektor otomotif, pandemi COVID-19 merupakan hantaman yang sangat besar terhadap pendapatannya.

Di sektor pertambangan juga tidak kalah suram dan mungkin jauh lebih suram karena harga batu bara sudah turun dari $ 70/ton pada Januari 2020 menjadi $ 54/ton pada Juli 2020. Hal ini mengancam bisnis sektor usaha ASII yang bergerak di pembuatan alat pertambangan dibawah anak perusahaannya UNTR (PT United Tractors Tbk.). Di saat harga komoditas batubara rendah, perusahaan batubara akan merugi dan mengurangi intensitas produksi yang menyebabkan pengurangan permintaan terhadap alat berat pertambangan. UNTR sendiri membukukan penjualan yang menurun pada Kuartal I 2020 dimana UNTR hanya menjual 617 unit atau menurun -47% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.

Analisa Laporan Keuangan ASII

Laporan Keuangan ASII 2015-2019
Laporan Keuangan ASII 2015-2019
Sumber: Laporan Keuangan ASII 2019

Dalam beberapa tahun terakhir bisnis ASII memanglah solid dengan pertumbuhan yang cukup besar meskipun nilai kapitalisasi pasar ASII sudah cukup besar hingga pernah mencapai Rp 290 triliun. Di tahun 2015 ASII mencatatkan pendapatan sebesar Rp 184 triliun dan naik menjadi Rp 237 triliun di tahun 2019 yang memiliki pertumbuhan sebesar 6,5%/tahun dalam 4 tahun tersebut. Laba bersihnya juga mengalami kenaikan dari Rp 15,6 triliun di tahun 2015 menjadi Rp 26,6 triliun di tahun 2019 dengan pertumbuhan sebesar 14,7%/tahun. Namun sayangnya pertumbuhan itu akan sangat sulit terjdi di tahun 2020 ini dimana pendapatan ASII kemungkinan akan tergerus oleh pandemi COVID-19 yang menghantam dua sektor utama ASII. Hal itu telah terjadi di laporan keuangan Kuartal I 2020 ASII yang mencatatkan penurunan pendapatan sebesar -9,41% dan laba bersih -7,85% secara YoY.

Valuasi Harga Saham ASII
Saat ini saham ASII diperdagangkan di harga 4.850/lembar yang mencerminkan rasio PER sebesar 9 dan rasio PBV sebesar 1,27 yang mungkin terlihat cukup murah. Namun jangan salah menilai karena saat ini saham ASII masih memiliki masalah di kedua sektornya yang sangat bergantung pada ekonomi. Saat ini pandemi COVID-19 masih berlangsung dan hal itu akan sangat mempengaruhi kinerja keuangan ASII. Kemungkinan hal itu akan sangat terlihat jelas pada laporan keuangan pada periode Juni 2020 yang kemungkinan akan mencatatkan penurunan yang besar dibandingkan periode sebelumnya di tahun 2019.

Kesimpulan
Astra Internasional merupakan perusahaan besar yang memiliki kinerja sangat baik dalam beberapa tahun terkhir. Namun pandemi COVID-19 memberikan dampak negatif yang sangat besar dalam bisnisnya yang sangat sensitif terhadap ekonomi. Investor sebaiknya wait and see sebelum membeli saham ini karena faktor ketidakpastiannya yang tinggi.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar