Rabu, 08 Juli 2020

Analisa Saham BBRI 2020

Pada artikel ini akan membahas analisa saham BBRI (PT Bank Rakyat Indonesia Tbk.). Saham BBRI pada saat artikel ini ditulis, diperdagangkan di harga 3030/lembar. Harga itu sudah turun lebih dari -31% sejak awal tahun 2020. Sementara itu IHSG turun sebesar -20% dalam periode yang sama. Berikut ini adalah analisa saham BBRI berdasarkan analisa fundamental.

Bank BRI
Sekilas Bisnis BBRI
Berdasarkan laporan keuangan BBRI di tahun 2019, segmen kredit bank BRI menyasar UMKM yang mencapai Rp 716,3 triliun sebesar 79% dan sisanya non-UMKM sebesar Rp 191,1 triliun sebesar 21%. Sesuai dengan namanya BBRI yang merupakan bank rakyat menyalurkan pinjaman kepada usaha masyarakat kelas menengah kebawah. Kabar baiknya adalah bank BRI merupakan bank BUMN yang tentu akan mendapatkan stimulus dari pemerintah di masa krisis seperti sekarang ini. Kabar buruknya adalah usaha UMKM sangat terpengaruh negatif dalam masa pandemi ini dan itu akan berdampak negatif pada bisnis BBRI. 

Dalam sebuah artikel berita yang diterbitkan Republika, Direktur Utama BRI yang bernama Sunarso mengatakan bahwa BRI menghadapi tantangan pada Kuartal II hingga akhir tahun 2020 karena pandemi COVID-19.  
“Pada masa pandemi ini, BRI harus merevisi target supaya lebih realitis maka revisinya kredit yang awalnya tumbuh double digit menjadi 4-5%,” ujarnya kepada Republika.co.id.
Bank pelat merah ini sebelumnya menargetkan pertumbuhan kredit sebesar 10 persen sampai 11 persen pada tahun ini. Meskipun proyeksi tersebut menurun, perseroan akan tetap menjaga rasio likuiditas atau Loan to Deposit Ratio (LDR) pada kisaran 90 persen.
“BRI masih mencapai laba tidak? Masih, tapi tidak bisa sebesar laba tahun lalu. Saat ini bank masih bisa lama saja, masih bersyukur, masih setor dividen ke pemegang saham sudah bagus, tidak tutup saja banknya sudah untung,” ucapnya.
 Oleh karena itu pertumbuhan kredit BBRI diproyeksikan dibawah 10% yang tidak seperti biasanya yang diatas 10%. Untuk laba bersihnya kemungkinan bisa lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya karena faktor risiko kredit macet pada sektor UMKM.

Kinerja BBRI
Dalam laporan keuangan BBRI di tahun 2019, bank BRI mencatatkan kinerja yang bertumbuh setiap tahun. Di tahun 2015 pendapatan bunga & syariah BBRI sebesar Rp 85,43 triliun dan meningkat hingga mencapai Rp 111,58 triliun di tahun 2019 dengan peningkatan rata-rata 6,9%/tahun. Sedangkan untuk laba bersih, BBRI membukukan laba bersih sebesar Rp 34,14 triliun di tahun 2019 yang jauh lebih tinggi dibandingkan pada tahun 2015 yang sebesar Rp 25,41 triliun atau meningkat rata-rata sebesar 7,6%/tahun. Secara garis besar kinerja BBRI selalu konsisten meningkat dari tahun ke tahun yang membuat saham BBRI merupakan kandidat saham bertumbuh yang stabil.

Pada Kuartal I tahun ini BBRI membukukan pendapatan bunga & syariah yang meningkat dari Rp 29,52 triliun di Kuartal I 2019 menjadi Rp 31,34 triliun pada Kuartal I tahun ini, meningkat 6,16%. Namun untuk laba bersih mengalami penurunan dalam jumlah yang tipis dari Rp 8,19 triliun menjadi Rp 8,17 triliun, turun -0,2%. Hal ini karena terdapat peningkatan beban operasional yang signifikan dari Rp 10,1 triliun menjadi Rp 12,8 triliun, meningkat 26,7%.

Valuasi Harga Saham
Di harga 3030 saham BBRI memiliki valuasi PER sebesar 10,8 dan nilai PBV sebesar 2,2. Dari segi fundamental secara jangka pendek saham BBRI memang menghadapi tantangan di tahun ini yaitu perekonomian yang menurun dan berdampak sangat negatif pada sektor UMKM yang menjadi target kredit BBRI. Namun untuk jangka panjang saham BBRI tetap menjadi pilihan karena kinerjanya yang konsisten dan valuasinya yang lebih murah dibandingkan saham-saham top perbankan yang lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar