Selasa, 07 Juli 2020

Analisa Saham TLKM 2020

Pada artikel ini akan membahas analisa saham TLKM (PT Telekomunikasi Indonesia Tbk.). Saat ini harga saham TLKM diperdagangkan di level 3050/lembar. Dimana sudah turun sebesar -23% dari sejak awal tahun yang diperdagangkan di level 4030/lembar. Namun pesona TLKM tidak meredup karena merupakan perusahaan BUMN telekomunikasi terbesar di Indonesia sehingga sering diperbincangkan oleh para pelaku pasar. Oleh karena itu pada artikel ini akan membahas mengenai analisa saham TLKM.

Tekom Indonesia
Model Bisnis TLKM
Secara dasar TLKM menyediakan layanan telekomunikasi kepada para pelanggannya. Pada laporan keuangan TLKM tahun 2019 diketahui segmen usaha TLKM terdiri atas pendapatan telepon yang mencapai Rp 27,97 triliun, pendapatan interkoneksi sebesar Rp 6,28, pendapatan jasa selular yang paling besar, mencapai Rp 72,78 triliun, pendapatan jaringan sebesar Rp 1,84 triliun, pendapatan Indihome sebesar Rp 18,32 dan pendapatan lainnya sebesar Rp 8,34 triliun yang jika ditotal semuanya menjadi Rp 135,56 triliun. Jadi pendapatan TLKM berpusat pada pendapatan telepon dan seluler. 

Hal negatif dari pendapatan TLKM adalah pendapatan telepon cenderung menurun karena perkembangan teknologi yang menyebabkan penurunan kebutuhan akan telepon kabel dan masyarakat cenderung beralih pada telekomunikasi seluler. Kabar baiknya TLKM sudah melihat ini jauh-jauh hari dengan membuat anak usahanya yakni Telkomsel sebagai brand nomor satu penyedia layanan seluler di Indonesia. Oleh karena itu pendapatan terbesar TLKM saat ini ada pada pendapatan jasa layanan seluler seperti paket data, SMS dll. Kabar baiknya lagi adalah pendapatan Indihome cenderung meningkat seiring penambahan pengguna di masyarakat.

Analisa Kinerja TLKM
Kinerja TLKM 2015-2019

Meskipun sudah besar, perusahaan TLKM masih mampu mencatatkan kinerja bertumbuh yang konsisten dalam 4 tahun terakhir. Menurut laporan keuangan TLKM tahun 2019, pendapatan TLKM di tahun 2015 sebesar Rp 102,47 triliun dan kemudian meningkat menjadi sebesar Rp 135,56 triliun di tahun 2019 dengan tingkat pertumbuhan rata-rata sebesar 7,25%/tahun. Sedangkan dari laba bersih, TLKM membukukan laba bersih sebesar Rp 23,31 triliun di tahun 2015 dan meningkat menjadi Rp 27,59 triliun di tahun 2019 dengan pertumbuhan rata-rata sebesar 4,3%/tahun.

Namun di awal Q1 2020 ini TLKM membukukan kinerja yang kurang baik dengan membukukan pendapatan sebesar Rp 34,19 triliun turun -1,85% dari periode yang sama di tahun lalu yang sebesar Rp 34,84 triliun. Sedangkan untuk laba bersih TLKM mengalami penurunan sebesar -5,82% dari Rp 6,22 triliun di periode tahun lalu menjadi Rp 5,82 triliun pada Kuartal I ini. Pendapatan telepon menurun sebesar -19,77% namun terjadi peningkatan di segmen data, internet dan jasa informatika sebesar 3,69% dan pendapatan indihome meningkat cukup pesat sebesar 19,7%. Dari sini terlihat bahwa penurunan kinerja TLKM lebih karena penurunan pendapatan pada segmen telepon.

Kinerja Q1 2020 TLKM adalah pada bulan Januari hingga Maret sehingga belum memperhitungkan efek pandemi COVID-19 pada kinerja TLKM di tahun ini. Pendapatan yang turun karena segmen telepon yang mengalami penurunan bisa ditopang dengan peningkatan pendapatan dari segmen layanan data seluler dan Indihome karena banyak masyarakat yang berdiam diri di rumah membutuhkan layanan internet untuk hiburan. Kemungkinan pendapatan ini dapat terealisasi pada Q2 2020 dan selanjutnya.

Valuasi Harga Saham
Di harga 3050 saham TLKM memiliki valuasi PER sebesar 16,2 dengan menggunakan laba di tahun 2019 dan memiliki rasio PBV sebesar 2,86. Dalam 5 tahun terakhir saham TLKM naik turun menyentuh nilai tertinggi 4800 di tahun 2017 dan dalam 5 tahun hanya menghasilkan kenaikan sebesar 3,19%. Itu karena saham TLKM dihargai cukup mahal dibandingkan dengan pertumbuhan bisnisnya yang tidaklah pesat. Namun pandemi bisa menjadi katalis positif bagi TLKM dimana kebutuhan paket data bisa meningkat lebih besar. Oleh karena itu saham TLKM berpotensi meningkat sebesar 10-20% dari harga saat ini apabila kinerja Q2 2020 mengalami perbaikan dan peningkatan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar