Jumat, 10 Juli 2020

Ekonomi Indonesia Diproyeksi Turun -3,5% di Kuartal II Menurut Sri Mulyani

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memproyeksikan titik kontraksi ekonomi Indonesia pada kuartal II tahun ini akan berada di level -3,8 persen atau dalam kisaran -3,5% hingga -5,1% sebagai hasil pandemi COVID-19. Proyeksi tersebut disampaikan Sri Mulyani dalam Rapat Kerja bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR RI terkait penyampaian laporan semester I dan prognosis semester II Pelaksanaan APBN 2020. 

Ekonomi Indonesia
"Di kuartal II kami menggunakan titik di minus 3,8 persen atau dalam kisaran antara -3,5% hingga -5,1%," katanya di Jakarta, Kamis. Sri Mulyani mengumumkan untuk ekonomi Indonesia pada kuartal I yang hanya mampu mencapai 2,97% sudah termasuk penurunan cukup drastis karena rata-rata mampu tumbuh hingga 5 persen.

"Ini penurunan cukup tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan kita yang berada di atas 5 persen," katanya. Oleh sebab itu, ia menuturkan pertumbuhan ekonomi nasional untuk semester I tahun 2020 akan tergantung pada kisaran -0,4 persen hingga -1,1 persen akibat pelemahan pada Kuartal I dan II.

Sementara itu, Sri Mulyani mengatakan bahwa pemerintah akan terus meningkatkan keuangannya yang harus memperbaiki anggaran pada kuartal ketiga yang diperkirakan meningkatkan -1% hingga -1,2%. Untuk kuartal IV, Sri Mulyani mengutip pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diprediksikan akan berada di kisaran 1,6 persen hingga 3,2 persen.

"Oleh karena itu, nanti, proyeksi ekonominya kita masih bisa mencapai kisaran nol persen atau positif yaitu antara 0,4% hingga tumbuh 1%," katanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar