Rabu, 15 Juli 2020

Petinggi BCA Menjual Saham BBCA di Luar Normal

Lima direksi PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) ramai-ramai jual sahamnya di bank swasta itu. Totalnya ada saham BCA dilepas hingga Rp 20,25 miliar dalam empat hari berturut-turut. Berdasarkan data keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), penjualan saham itu dilakukan oleh Dirut BCA Jahja Setiaatmadja, Direktur BCA Henry Koenaifi, Direktur BCA Lianawaty Suwono, Direktur BCA Rudy Susanto, dan Direktur Independen BCA Erwan Yuris Ang.

Bank BCA
Penjualan dilakukan pada tanggal 7 hingga 10 Juli pekan lalu. Tujuan penjualan yang dilaporkan ke otoritas bursa adalah investasi langsung. Berikut rincian penjualan saham bank dengan kapitalisasi pasar terbesar di BEI ini seperti dikutip dari laporan keterbukaan informasi:

1. Henry Koenaifi
Sebelumnya memiliki 1.118.09 saham
Setelah penjualan memiliki 1.018.098 saham
Jual 100.000 saham di harga Rp 29.925/saham pada 7 Juli senilai Rp 2,99 miliar.

Sebelumnya memiliki 1.018.098 saham
Setelah penjualan memiliki 918.098 saham
Jual 100.000 saham di harga Rp 29.950/saham pada 7 Juli senilai Rp 2,99 miliar.

Sebelumnya memiliki 918.098 saham
Setelah penjualan memiliki 908.098 saham
Jual 10.000 saham di harga Rp 30.370/saham pada 8 Juli senilai Rp 304 juta.

2. Jahja Setiaatmadja
Sebelumnya memiliki 8.105.463 saham
Setelah penjualan memiliki 8.055.463 saham
Jual 50.000 saham di harga Rp 31.050/saham pada 9 Juli senilai Rp 1,55 miliar.

Sebelumnya memiliki 8.055.463 saham
Setelah penjualan memiliki 8.030.463 saham
Jual 25.000 saham di harga Rp 31.100/saham pada 10 Juli senilai Rp 776 juta.

Sebelumnya memiliki 8.030.463 saham
Setelah penjualan memiliki 8.005.463 saham
Jual 25.000 di harga Rp 31.125.saham pada 10 Juli senilai Rp 778 juta.

3. Lianawaty Suwono
Sebelumnya memiliki 274.186 saham
Setelah penjualan memiliki 224.186 saham
Jual 50.000 saham di harga Rp 31.025/saham pada 9 Juli senilai Rp 1,55 miliar.

Sebelumnya memiliki 224.186 saham
Setelah penjualan memiliki 174.186 saham
Jual 50.000 saham di harga Rp 31.050/saham pada 9 Juli senilai Rp 1,55 miliar.

4. Rudy Susanto
Sebelumnya memiliki 560.411 saham
Setelah penjualan memiliki 414.911 saham
Jual 145.500 saham di harga Rp 31.000/saham pada 9 Juli senilai Rp 4,51 miliar.

Sebelumnya memiliki 414.911 saham
Setelah penjualan memiliki 360.411 saham
Jual 54.500 di harga Rp 31.025/saham pada 9 Juli senilai Rp 1,69 miliar.

5. Erwan Yuris Ang
Sebelumnya memiliki 1.319.131 saham
Setelah penjualan memiliki 1.269.131 saham
Jual 50.000 saham di harga Rp 31.150/saham pada 10 Juli senilai Rp 1,56 miliar.

Hal yang di Luar Normal
Penjualan saham yang dilakukan oleh pengurus perusahaan merupakan hal yang layak untuk diperhatikan karena orang dalam biasanya lebih mengetahui kondisi perusahaan lebih awal dibandingkan informasi yang akan diberikan kepada publik. Menanggapi penjualan saham oleh para direksi BBCA, Direktur Utama BCA Jahja Setiaadmadja mengatakan bahwa tujuan penjualan tersebut adalah sebagai diversifikasi investasi agar investasinya tidak terlalu terpaku pada saham BBCA. Hal itu mungkin bisa merupakan hal yang wajar apabila yang menjual hanyalah Direktur Utama saja namun banyak direksi yang melakukannya dalam waktu yang serentak seolah-olah terdapat hal yang buruk yang dapat terjadi pada kinerja BBCA di masa mendatang.

Bagaimana Kinerja BBCA Sendiri?
Pada kuartal pertama 2020, BCA membukukan laba bersih sebesar Rp 6,1 triliun. Angka ini tumbuh 8,61% secara tahunan atau dibandingkan kuartal I-2019. Pertumbuhan laba ini ditopang oleh kredit yang masih tumbuh dua digit, yaitu 12,3%. Manajemen BCA mengakui pandemi corona membuat operasionalnya terganggu. Hal ini terutama terjadi di kantor cabang dan unit yang berada di pusat perbelanjaan dan perkantoran. Namun, kondisi itu tidak berpengaruh terhadap jumlah pekerjanya. BCA tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) atau merumahkan karyawan.

Berdasarkan konsensus Bloomberg, 24 dari 34 analis yang mengulas saham BBCA masih merekomendasikan beli saham perseroan. Sisanya, delapan merekomendasikan hold dan dua merekomendasi jual. Sementara target harga konsensus Bloomberg untuk harga saham BBCA dalam 12 bulan berada di level Rp 30.239 per lembar saham. Namun kinerja BBCA akan dapat dinilai lebih baik apabila sudah mengeluarkan laporan keuangan kuartal II 2020 dan seterusnya dengan melihat kinerjanya saat masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mulai diberlakukan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar