Senin, 13 Juli 2020

Update COVID-19 Global: 571.000 Orang Tewas dan 13.036.000 Orang Terinfeksi

Pada 13 Juli 2020 jumlah kasus COVID-19 yang menyerang dunia telah mencapai lebih dari 13.036.000 kasus dan menyebabkan 571.000 orang meninggal dunia. Berikut ini adalah peristiwa penting di dunia yang terjadi pada tanggal 12 Juli 2020.

Alkohol Afrika Selatan
Afrika Selatan Melarang Konsumsi Alkohol
Afrika Selatan menerapkan batasan baru, termasuk larangan penjualan alkohol, untuk membantu mencegah penyebaran virus corona. Jam malam di malam hari telah diberlakukan, dan pemakaian masker di luar ruangan sekarang wajib.

Presiden Cyril Ramaphosa mengatakan larangan alkohol yang kedua di Afrika Selatan tahun ini akan mengurangi tekanan sistem kesehatan nasional karena total infeksi melebihi seperempat juta.

Kematian akibat coronavirus juga telah meningkat menjadi lebih dari 4.000, dan proyeksi pemerintah memperkirakan ini bisa meningkat menjadi 50.000 pada akhir tahun. Afrika Selatan tetap menjadi negara yang paling terpukul di benua itu, dan awal pekan ini mencatat peningkatan tertinggi dalam sehari.

Pemerintah juga telah menyediakan 28.000 tempat tidur rumah sakit untuk pasien COVID-19. Namun Presiden Ramaphosa mengatakan negara itu masih menghadapi kekurangan "serius" pada lebih dari 12.000 petugas kesehatan, termasuk perawat, dokter, dan fisioterapis.

Larangan alkohol dilakukan hanya beberapa minggu setelah larangan tiga bulan lainnya dicabut dalam upaya untuk mencegah perkelahian orang mabuk, mengurangi kekerasan dalam rumah tangga dan menghilangkan kebiasaan pesta-pesta mabuk-mabukan di seluruh Afrika Selatan.

Dokter dan polisi mengatakan larangan sebelumnya berkontribusi pada penurunan tajam dalam penerimaan darurat ke rumah sakit. Tetapi para pembuat bir dan pembuat anggur negara itu mengeluhkan bisnisnya hancur.

Tahun Pelajaran di Jakarta Dimulai Namun Proses Belajar Mengajar Tetap Jarak Jauh
Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta akan tetap memberlakukan proses pembelajaran jarak jauh (PJJ) melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang telah memutuskan kalender pendidikan untuk tahun pelajaran 2020/2021 dimulai pada 13 Juli 2020.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta Nahdiana mengatakan, PJJ tetap akan dilanjut mengingat pandemi yang belum juga selesai. Berdasarkan Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta telah mengeluarkan Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Nomor 467 Tahun 2020 tentang kalender pendidikan tahun 2020/2021 dan kesiapan dimulainya kegiatan belajar dan mengajar.

“Selama Kondisi Pandemi, Pembelajaran dilakukan melalui Pembelajaran Jarak Jauh dan Blended Learning. SKB 4 Menteri dan keputusan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, "kata Nahdiana dalam keterangan yang dikutip Suara.com.

Menurut Nahdiana, guna menentang pengajaran baru dengan proses pembelajaran jarak jauh, pihaknya meluncurkan portal siapbelajar.jakarta.go.id. Sedang membuat portal Siap Belajar membahas sumber utama rujukan informasi bagi masyarakat untuk belajar kegiatan belajar dan mengajar. Siap Belajar juga dapat diakses melalui situs disdik.jakarta.go.id

"Melalui menu utama ini, para guru, orang tua, dan peserta didik dapat mengakses berbagai informasi yang diperlukan untuk memfasilitasi pembelajaran masa transisi," kata Nahdiana.

Salah satu konten yang akan diluncurkan pada Siap Belajar melalui panduan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan Masa Ta'aruf Siswa Madrasah (MATSAMA) bagi peserta didik baru yang dibuat Dinas Pendidikan bekerja sama dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta. Nantinya dilaksanakan MPLS dan MATSAMA diadakan selama tiga hari, mulai 13 hingga 15 Juli 2020.

Nahdiana berujar, program MPLS dan MATSAMA menjadi penting bagi peserta didik baru untuk memastikan mereka menjadi bagian dari satuan pendidikan, setiap satuan pendidikan, pendidik, tenaga kependidikan, peraturan-peraturan, dan program satuan pendidikan.

“Aktivitas ini adalah upaya menumbuhkan karakter, semangat belajar, kemampuan literasi, mengembangkan kemampuan sosial peserta didik, dan menumbuhkan semangat kolaborasi antara unit pendidikan dengan partisipasi / peserta wali didik, serta membangun kebanggaan peserta didik terhadap almamaternya,” kata Nahdiana menambahkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar