Selasa, 07 Juli 2020

Pemilik Waralaba Pizza Hut di Amerika Serikat Mengajukan Kebangkrutan

NPC International Inc., pemegang waralaba restoran Pizza Hut terbesar di AS, mengajukan kebangkrutan setelah penutupan restoran yang berkaitan dengan COVID-19 menambah tekanan kompetitif dalam industri restoran.

Pizza Hut Bangkrut
Perusahaan itu meminta perlindungan kebangkrutan Bab 11 di pengadilan Distrik Selatan Texas pada hari Rabu. NPC, yang didirikan pada tahun 1962, mengoperasikan 1.227 Pizza Hut dan 393 toko Wendy serta mempekerjakan 40.000 orang di seluruh AS, menurut dokumen pengadilan.

NPC dan Pizza Hut telah berjuang dengan meningkatnya biaya tenaga kerja dan makanan sambil mencoba memperluas pengiriman dan menjauh dari restoran tradisional. Perusahaan Overland Park, yang berbasis di Kansas juga menghadapi persaingan ketat dari para pesaing seperti Domino's Pizza Inc. dan Papa John's International Inc.

Perusahaan ini memiliki hutang $ 903 juta dan telah melakukan pra-negosiasi perjanjian restrukturisasi dengan sekitar 90% dari pemberi pinjaman pertama dan 17% dari pemberi pinjaman kedua. Rencana tersebut bertujuan untuk mengurangi hutang perusahaan, dengan pemberi pinjaman memiliki hak gadai untuk mengambil ekuitas dan berpotensi berpartisipasi dalam suntikan dana baru. Ini juga termasuk penjualan setidaknya sebagian dari restoran perusahaan, menurut pengarsipan.

Tidak Harus Gulung Tikar
Pengajuan Bab 11 tidak berarti Pizza Hut dan Wendy gulung tikar. NPC dapat tetap beroperasi saat sedang menyusun rencana untuk membayar tagihan dan membalikkan bisnis, dan kebangkrutan tidak mempengaruhi ribuan gerai Pizza Hut dan Wendy lainnya yang dimiliki oleh pemegang waralaba lain.

Berdasarkan kesepakatan dengan para kreditornya, NPC akan mulai mencoba menjual restoran Wendy dalam beberapa hari mendatang. Sementara itu, perusahaan memiliki waktu hingga 24 Juli untuk membuat kesepakatan dengan kreditor tertentu dan Pizza Hut sendiri tentang cara merestrukturisasi bisnis pizza NPC. Jika mereka tidak dapat mencapai kesepakatan, NPC akan mencoba menjual sejumlah restoran Pizza Hut yang tidak ditentukan, menurut garis besar restrukturisasi yang diajukan ke pengadilan.

"Sementara pengajuan NPC Bab 11 diselesaikan, kami melihatnya sebagai peluang untuk menciptakan masa depan yang lebih baik untuk restoran Pizza Hut NPC," kata juru bicara Pizza Hut dalam pernyataan emailnya. "Kami bekerja dengan NPC dan pemberi pinjamannya untuk memastikan bahwa restoran Pizza Hut NPC muncul dari proses ini dengan dukungan yang mereka butuhkan untuk berhasil."

Menjelang pandemi, NPC, didukung oleh perusahaan investasi swasta Eldridge Industries LLC, membawa bantuan restrukturisasi penasehat di firma hukum Weil Gotshal & Manges serta bank investasi Greenhill & Co. dan penasihat operasional AlixPartners LLP, Bloomberg melaporkan. Eldridge menghapus investasi ekuitasnya di NPC tahun lalu.

Restoran menghadapi tekanan baru dengan penutupan sementara lokasi di seluruh negeri AS untuk membendung penyebaran coronavirus. Menguras pendapatan terlalu banyak untuk beberapa orang, menyebabkan mereka mengajukan perlindungan kebangkrutan. Pengajuan terbaru termasuk CEC Entertainment Inc., induk dari Chuck E. Cheese dan Peter Piper Pizza, dan lengan A.S dari Le Pain Quotidien.

Waralaba Indonesia Dikatakan Tidak Terpengaruh
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Perusahaan PT Sarimelati Kencana Tbk. (PZZA), Kurniadi Sulistyomo mengatakan, Perseroan dengan ini menyatakan bahwa NPC tidak memiliki hubungan usaha maupun hubungan hukum dengan Perseroan.

"Hal ini dapat dibuktikan bahwa nama NPC tidak tercatat dalam Daftar Pemegang Saham, Laporan Keuangan (Audited dan Unaudited) dan Laporan Tahunan dari Perseroan yang telah disampaikan dan dilaporkan kepada Otoritas Jasa Keuangan dan Bursa Efek Indonesia," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jakarta pada hari Senin.

Dirinya menjelaskan, NPC International Inc (NPC) telah mengajukan permohonan kepailitan di Amerika Serikat. Dalam hal ini, NPC merupakan salah satu penerima waralaba (franchise) atas merek dagang Pizza Hut yang melakukan kegiatan usaha dan operasional di Amerika Serikat.

"Sepanjang pengetahuan terbaik kami, NPC merupakan salah satu dari 110 (seratus sepuluh) penerima waralaba (franchisee) Pizza Hut di Amerika Serikat," ujarnya.

Oleh sebab itu, dirinya menjelaskan, pengajuan permohonan kepailitan NPC, termasuk putusan badan peradilan dan pelaksanaan (eksekusi) putusan kepailitan di Amerika Serikat tidak akan memiliki dampak. "Baik dari aspek keberlangsungan usaha, kegiatan operasional, kondisi keuangan dan atau hukum, baik secara langsung maupun tidak langsung, terhadap Sarimelati Kencana," ujarnya.

Untuk menjelaskan hal tersebut, dirinya menjabarkan bahwa PT Sarimelati Kenana Tbk (PZZA) melakukan perikatan perjanjian lisensi waralaba dengan Pizza Hut Asia Pacific Holdings, LLC selaku pihak pemberi waralaba (franchisor) (PHAPH). PHAPH merupakan badan hukum yang terpisah dan tidak memiliki hubungan terafiliasi dengan NPC.

Dalam hal ini, perkara kepailitan yang tengah berlangsung terhadap NPC tidak akan memiliki dampak apapun terhadap status hukum dan keberlanjutan dari Perjanjian Lisensi Waralaba oleh dan di antara Perseroan dengan PHAPH," ujarnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar